Tanjung (Suara NTB) — Program Desa Berdaya Medana yang digagas PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) NTB bersama Klub Baca Perempuan (KBP) mulai menunjukkan hasil setelah berjalan selama setahun.
Program di Desa Medana, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara, menyasar penguatan ekonomi masyarakat, khususnya perempuan, melalui pengembangan usaha berbasis potensi lokal seperti jamur tiram, Virgin Coconut Oil (VCO), dan Batik Sasak.
Ketua KBP Nursida Syam mengatakan, pengembangan usaha tersebut kini melibatkan sekitar 58 anggota. Rumah jamur yang dikelola kelompok mampu menghasilkan hingga 900 kilogram jamur per bulan dengan omzet sekitar Rp20 juta-Rp23 juta.
Sementara usaha VCO mampu menjual sekitar 68 botol per bulan dengan pendapatan sekitar Rp1,9 juta. Pemasarannya tidak hanya di Lombok dan sejumlah daerah di Indonesia, tetapi juga telah menjangkau Singapura.
“Melalui intervensi pengembangan UMKM ini, dampaknya sangat signifikan bagi kurang lebih 58 orang anggota kami,” kata Nursida.
Menariknya, hasil usaha tersebut tidak sepenuhnya dibagikan kepada anggota. Sebanyak 70 persen dialokasikan untuk menjaga keberlanjutan usaha, sedangkan 30 persen digunakan untuk kegiatan sosial.
Sebagian hasil penjualan jamur digunakan untuk menggelar pasar gratis yang menyasar sekitar 50-70 orang setiap pekan, terutama orang tua tunggal, anak yatim dan penyandang disabilitas.
Kelompok juga menyisihkan hasil usaha untuk penyediaan air bersih saat musim kemarau serta mendukung kegiatan literasi melalui kampanye gemar membaca dan distribusi buku bagi anak-anak.
General Manager PLN UIW NTB Yondri Zulfadli mengatakan, program Desa Berdaya Medana dirancang agar bantuan tidak berhenti pada pemberian modal, tetapi berkembang menjadi kegiatan ekonomi yang berkelanjutan.
“Kami ingin masyarakat menjadi pelaku utama dari perubahan di desanya sendiri. Ketika usaha tumbuh, pendapatan masyarakat meningkat dan sebagian manfaatnya kembali untuk membantu masyarakat lainnya,” ujarnya.
Program tersebut telah diukur melalui Social Return on Investment (SROI) dengan nilai 2,56. Artinya, setiap Rp1 investasi sosial yang diberikan menghasilkan manfaat sosial dan ekonomi terukur sekitar Rp2,56.
Memasuki tahun kedua, PLN dan KBP akan memperkuat Sentra UMKM Medana, meningkatkan produksi jamur tiram dan Batik Sasak, mengembangkan Tenun Bayan, serta melakukan diversifikasi dan sertifikasi produk.
Perluasan promosi dan pemasaran juga akan dilakukan agar usaha masyarakat semakin mandiri dan manfaat ekonomi yang dihasilkan dapat terus mendukung kegiatan sosial di Desa Medana. (bul)



