BerandaHEADLINEBerikan Dampak Baik pada Ekosistem Hukum, Wakil Jaksa Agung Tekankan Pentingnya Sinergitas...

Berikan Dampak Baik pada Ekosistem Hukum, Wakil Jaksa Agung Tekankan Pentingnya Sinergitas Kampus dengan APH

Mataram (Suara NTB) – Wakil Jaksa Agung Republik Indonesia, Prof. Asep Nana Mulyana, S.H., M.H., mengunjungi Universitas Mataram (Unram) pada Jumat (2/10). Kunjungan tersebut menjadi momentum Prof. Asep yang juga alumni Fakultas Hukum Unram tahun 1994 ini menyampaikan orasi ilmiah dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-64 Unram.


Prof. Asep mengaku diundang Rektor dan rekan-rekannya di Unram untuk menghadiri salah satu rangkaian hari jadi almamaternya.


“Kami tentu mengucapkan terima kasih atas undangan ini, sekaligus juga merupakan bentuk bagaimana hubungan antar perguruan tinggi dengan kami APH menjadi suatu keniscayaan. Suatu hal yang harus kita bangun,” ujarnya, Jumat (2/10).


Menurutnya, baik praktisi dan akademisi hukum saling membutuhkan dalam rangka mengkaji, me-reviu, serta menyempurnakan praktik-praktik hukum saat ini. Harapannya, sinergitas antara lembaga pendidikan dengan lembaga penegak hukum dapat memberikan dampak baik kepada ekosistem hukum di Indonesia.


“Dan di sisi lain juga tentu pasti akademisi juga butuh kami, sehingga nanti sebagai sarana untuk belajar lebih lanjut, penelitian lebih lanjut, sehingga nanti juga menjadi bahan-bahan kajian untuk pembentukan hukum,” terangnya.


Di samping menyampaikan orasi ilmiah, di kesempatan yang sama, Prof. Asep juga menerima Surat Keputusan (SK) sebagai salah satu tenaga pengajar di Unram. Prof. Asep mengungkapkan, selain Unram, beberapa kampus juga telah memintanya mengajar.


Ia juga menyampaikan bagaimana membagi waktu sebagai praktisi sekaligus juga menjadi pengajar di perguruan tinggi. Menurutnya, dengan adanya teknologi saat ini, manajemen waktu menjadi lebih efisien.


“Saya pikir waktu kita bisa sesuaikan ya. Apalagi sekarang teknologi. Teknologi mungkin bisa melalui Zoom Meeting atau di hari Sabtu yang mungkin bisa kami sempatkan datang ke Mataram ini. Sehingga saling mengisilah antara kegiatan kami selaku jaksa ya dengan juga kegiatan-kegiatan di konteks akademisi,” pungkasnya.


Sementara itu, Rektor Unram, Prof. Dr. Sukardi, mengatakan, kehadiran Prof. Asep yang saat menjadi Wakil Jaksa Agung menjadi momentum reflektif bagi seluruh sivitas akademika Unram.


“Jadi seperti yang saya katakan, ini bukan masalah jabatan, tapi ini adalah pesan bahwa pernah ada anak muda belajar di sini, pernah anak muda pernah belajar di area kampus ini, pernah berdiskusi dengan para profesor gurunya, pernah bermimpi di sini dan hari ini dipercaya menjadi petinggi di penegakan hukum, Wakil Jaksa Agung. Itu kebanggaan buat kami,” tuturnya.

Adapun terkait keputusan menjadikan Prof. Asep sebagai salah satu tenaga pengajar di Unram sudah melalui pertimbangan matang. Baginya, secara syarat Prof. Asep sudah memenuhi sebagai tenaga pengajar di kampus. Selain itu, pengajar bukan hanya mereka yang memahami teori, tapi juga menguasai praktik konkret di lapangan.


“Karena ketika kita bicara perguruan tinggi, kita tidak hanya bicara teori. Tetapi harus ketemu antara praktik hukum di lapangan lalu ketemu di dalam kampus, mengajarkan kepada mahasiswa, maka ketemunya di situ,” terangnya.


“Sehingga mahasiswa paham tentang bagaimana praktik hukumnya, atau kalau di industri atau UKM paham tentang praktik industri dan lain-lain. Jadi sekarang ini sudah tidak ada sekat. Jadi kita tidak mau lagi belajar itu hanya duduk, justru tidak belajar dari apa yang terjadi di masyarakat. Kampus itu harus bergerak ke sana. Itulah makanya disebut juga kampus berdampak,” tambahnya. (sib)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN










VIDEO