Selong (Suara NTB) – Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor terus memperluas jejaring pendidikan ke tingkat internasional. Kini, kampus yang dipimpin Dr. TGB. M. Zainul Majadi itu makin memikat mahasiswa asal luar negeri. Terbaru, dua mahasiswi asal Thailand, Nur Fatihah dan Safiyah, resmi memulai studi jenjang sarjana (S1) di IAIH Pancor.
Kehadiran kedua mahasiswi tersebut disambut dalam acara penyematan almamater yang berlangsung di IAIH Pancor, Kamis (1/10/2026). Kegiatan itu dihadiri Wakil Rektor I IAIH Pancor Dr. H. Abdul Hayyi Akrom, Wakil Rektor III Dr. Ahmad Muzayyin, para dekan, wakil dekan, serta ketua program studi di lingkungan IAIH Pancor.
Nur Fatihah dan Safiyah datang didampingi Ustaz Abdullah dan Ustazah Misbah, Lc. Acara diawali pembacaan Shalawat Nahdlatain, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dan penyematan almamater kepada kedua mahasiswi asal Thailand tersebut.
Wakil Rektor I IAIH Pancor, Dr. H. Abdul Hayyi Akrom, mengatakan kedatangan dua mahasiswa asing tersebut merupakan salah satu buah dari silaturahmi yang dilakukan Rektor IAIH Pancor, T.G.K.H. Muhammad Zainul Majdi, M.A., ke Pondok Pesantren Darul Barakah, Pattani, Thailand, pada Januari 2026.
“Kedatangan dua mahasiswa asing ini merupakan buah dari silaturahmi yang pernah dilakukan oleh Bapak Rektor IAIH Pancor ke Pondok Pesantren Darul Barakah di Pattani, Thailand, sekitar bulan Januari 2026 yang lalu,” ujarnya.
Ia berharap kehadiran mahasiswa internasional tersebut menjadi awal semakin terbukanya kesempatan bagi masyarakat dari berbagai negara untuk menempuh pendidikan di IAIH Pancor.
Menurut Abdul Hayyi, langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar kampus dalam mewujudkan visi dan misi IAIH Pancor menuju perguruan tinggi bertaraf internasional.
Hubungan IAIH Pancor dengan Pondok Pesantren Darul Barakah Pattani tidak hanya berkaitan dengan pendidikan. Hubungan tersebut juga memiliki keterkaitan historis dan keilmuan melalui sosok Maulana Syeikh T.G.K.H. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, pendiri Nahdlatul Wathan.
Nama Maulana Syeikh disebut cukup dikenal di lingkungan keluarga besar Darul Barakah. Pendiri pesantren tersebut, Baboh Ismail, bahkan pernah berziarah ke makam Maulana Syeikh di Pancor.
Saat bertemu dengan T.G.K.H. Muhammad Zainul Majdi di Pattani pada Januari 2026, Baboh Ismail menceritakan pengalamannya tersebut. Ia juga mengetahui bahwa tokoh yang ditemuinya merupakan sosok yang pernah menjabat sebagai Gubernur NTB.
Ustazah Misbah, Lc., putri Baboh Ismail, dalam kesempatan tersebut menyampaikan salam dari pimpinan Pondok Pesantren Darul Barakah Pattani sekaligus menyampaikan terima kasih atas sambutan keluarga besar IAIH Pancor terhadap dua santriwati yang akan melanjutkan pendidikan.
Menurut Misbah, sosok Maulana Syeikh memiliki tempat tersendiri bagi keluarga besar Darul Barakah. Pendiri pesantren tersebut juga berpesan agar keluarga dan santrinya melakukan ziarah ke makam Maulana Syeikh ketika berkunjung ke Lombok.
Penghormatan tersebut, kata dia, tidak terlepas dari kekaguman terhadap kiprah Maulana Syeikh dalam bidang pendidikan dan dakwah.
Misbah berharap Nur Fatihah dan Safiyah dapat menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh selama menempuh pendidikan di IAIH Pancor.
Ia juga berharap keduanya dapat menjadi bagian dari penyambung sanad keilmuan Maulana Syeikh yang nantinya dapat dikembangkan dan disebarluaskan di Thailand.
Sementara itu, Wakil Rektor III IAIH Pancor, Dr. Ahmad Muzayyin, menyambut positif kehadiran dua mahasiswa asing tersebut. Ia berharap ke depan semakin banyak mahasiswa dari berbagai negara yang tertarik menempuh pendidikan di IAIH Pancor. Bahkan, mahasiswa internasional diharapkan tidak hanya terkonsentrasi pada program studi tertentu. (rus)



