Mataram (suarantb.com) –
Dewan Pengurus Pusat (DPP) Perkumpulan Intelektual Pemuda (PIP) Indonesia menggelar PIP Impact Summit 2026 di Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) selama 2 hari. Opening Ceremony PIP Summit 2026 digelar di Golden Palace Hotel Mataram, Sabtu, 3 Oktober 2026 dilanjutkan pada Minggu, 4 Oktober 2026.
Pada opening ceremony PIP Impact Summit 2026 ini hadir Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia Drs. H. Tamsil Linrung, Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah, Kepala Biro Pemerintahan Setda NTB Jamaluddin Malady, S.Sos., M.T., Irwasda Polda NTB Kombes Pol. Aksin, Ketua DPP PIP Fitra Nanda, Sekretaris Jenderal DPP PIP Irham Widyananda dan peserta dari berbagai macam organisasi mahasiswa dan kepemudaan di Indonesia.
Ketum DPP PIP Fitra Nanda dalam laporannya memberikan apresiasi atas kehadiran Wakil Ketua DPD RI H. Tamsil Linrung, Wakil Menteri PKP Fahri Hamzah sebagai keynote speaker dan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal yang diwakili Kepala Biro Pemerintahan Setda NTB Jamaluddin Malady.
Menurutnya, kehadiran para tokoh nasional pada PIP Impact Summit ini menunjukkan adanya dukungan yang besar terhadap kegiatan yang digelar di NTB ini. Pihaknya berharap kegiatan yang digelar di NTB ini memberikan semangat pada peserta untuk mengikuti PIP Impact Summit.
Sebelumnya, Panitia Pelaksana Firman Maulana, menambahkan, selain kegiatan di Golden Palace Hotel, pada Minggu peserta akan mengikuti kegiatan bersih-bersih pantai di Pantai Senggigi, Kabupaten Lombok Barat. Pihaknya berharap kegiatan yang digelar di NTB akan memberikan dampak di bidang pariwisata, terutama bagi masyarakat yang ada di sekitarnya.
Sementara Wakil Menteri PKP Fahri Hamzah menilai kegiatan yang digelar PIP sangat positif. Menurutnya, konsolidasi seperti yang digelar DPP PIP sangat diperlukan. Apalagi kehadiran mahasiswa dan pemuda secara umum diharapkan mampu memberikan solusi atas sejumlah permasalahan yang ada.
Diakuinya, ketika tidak ada yang melakukan pergerakan atau kritik terhadap kebijakan, maka mahasiswa atau pemuda bisa melakukannya. Bahkan, gerakan yang dilakukan bisa ditangkap oleh publik, sehingga terjadi gelombang perubahan.
Politisi Partai Gelora ini juga mengingatkan mahasiswa dan pemuda bisa memanfaatkan momentum krusial dalam melakukan pergerakan. Setelah melihat momentum krusial itu, harus tahu apa yang dilakukan.
Dicontohkannya saat masa Orde Baru, dirinya melihat perlu ada perubahan, sehingga bersama-sama mahasiswa lainnya membentuk Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) dan berhasil menggulingkan Soeharto dari jabatan Presiden Republik Indonesia setelah 32 tahun berkuasa.
Untuk itu, mantan Wakil Ketua DPR RI ini berharap mahasiswa tetap peka dan kritis dengan kondisi di sekitarnya.
Hal senada disampaikan Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung. Diakuinya, peranan dan kontribusi generasi muda sangat besar, sehingga harus dilibatkan oleh pengambil kebijakan dalam membuat kebijakan. Dengan melibatkan generasi muda dalam membuat kebijakan bisa mewakili kepentingan masyarakat yang lebih besar.
Pada bagian lain Kepala Biro Pemerintahan Setda NTB, Jamaluddin Malady, mengapresiasi DPP PIP yang telah memilih NTB sebagai lokasi pelaksanaan PIP Impact Summit 2026.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi ruang positif bagi generasi muda dalam membangun jejaring dan berkontribusi dalam pembangunan.
Mantan Kepala Dinas Perdagangan NTB ini mengakui, PIP memiliki peranan yang strategis karena menghimpun kalangan mahasiswa hingga sarjana yang memiliki kepedulian terhadap Pembangunan di Indonesia.
Untuk itu, dirinya berharap PIP segera memiliki kepengurusan di NTB.Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP PIP, Muhammad Irham Widyananda, menjelaskan PIP Impact Summit 2026 merupakan kegiatan perdana yang menjadi puncak dari rangkaian kegiatan PIP selama satu tahun.
Kegiatan ini, tambahnya, tidak sekadar seremoni, tetapi harus memberikan dampak nyata bagi daerah yang menjadi lokasi kegiatan. Pihaknya berharap PIP Impact Summit dapat menjadi agenda tahunan yang terus berlanjut pada tahun 2027 dan tahun-tahun berikutnya.
Irham juga menegaskan, kegiatan PIP selama ini tidak hanya berupa pengabdian dan sosialisasi, tetapi juga menyasar masyarakat yang membutuhkan serta melakukan kajian dan komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Sebagai perkumpulan intelektual pemuda juga secara kajian sering berinteraksi dengan stakeholder untuk memberikan masukan-masukan yang logis sebagai dampak dari kegiatan yang digelar.
Terkait tema PIP Impact Summit 2026 “Kemudi Generasi, Kolaborasi Muda, Reformasi Kebijakan dan Muda Berkelanjutan”, terangnya, menekankan pentingnya kolaborasi generasi muda agar mampu menghasilkan dampak nyata, bukan hanya untuk organisasi, tetapi juga bagi masyarakat dan daerah. (ham)



