Mataram (Suara NTB) – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 22 Mataram menerapkan pembelajaran digital. Sistem pembelajaran ini justru mendongkrak citra sekolah, sehingga jumlah pendaftar meningkat dibandingkan penerimaan peserta didik baru (PPDB) sebelumnya.
Kepala SMPN 22 Mataram Nasrullah mengatakan, perubahan sistem pembelajaran tidak terjadi begitu saja. Sekolah lebih dulu memperkuat kualitas kegiatan belajar mengajar (KBM). Salah satunya melalui workshop pemanfaatan platform digital.
Guru dibekali kemampuan untuk menerapkan pembelajaran digital di ruang kelas. Materi pelajaran kemudian dikemas lebih interaktif. Siswa pun lebih aktif mengikuti proses belajar. Antusiasme siswa menjadi promosi tersendiri bagi sekolah. “Mereka menceritakan pengalaman mengikuti kelas digital kepada keluarga dan tetangga. Cerita tersebut kemudian menyebar dari mulut ke mulut,” terangnya, Jumat (2/10).
Sistem pembelajaran digital ini mendongkrak citra sekolah, sehingga menarik perhatian masyarakat untuk menyekolahkan anak mereka. Nasrullah mengatakan, proses pembelajaran digital dinilai lebih menarik. Guru yang semakin terampil menggunakan teknologi membuat suasana kelas lebih interaktif. Kondisi itu ikut membangun kepercayaan orang tua. Dampaknya terlihat pada data penerimaan siswa baru.
Ia menyebutkan di kelas IX, jumlah siswa hanya 23 anak. Sementara, kelas VIII tercatat 30 siswa dalam satu rombongan belajar (rombel). Kondisi berbeda terjadi pada kelas VII, jumlah siswa baru mencapai 39 siswa. Sekolah bahkan membuka dua kelas untuk menampung peserta didik baru.
Penambahan jumlah siswa ini menjadi sinyal positif bagi sekolah. Menurut Nasrullah, capaian itu tidak lepas dari konsistensi sekolah meningkatkan kualitas KBM. Digitalisasi kelas menjadi salah satu bagian dari strategi tersebut.
Guru terus didorong memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran. Namun, teknologi bukan satu-satunya faktor. Kualitas pembelajaran tetap menjadi fokus utama.
“Melalui penguatan pembelajaran digital dan konsistensi menjaga kualitas KBM, kami berhasil membuktikan bahwa citra sekolah yang kuat dibentuk dari keunggulan proses belajar di dalam kelas,” ujar Nasrullah.
Ia berharap kepercayaan masyarakat terus tumbuh. Sebab, meningkatnya pendaftar siswa baru menjadi salah satu indikator bahwa perubahan di ruang kelas mulai dirasakan masyarakat. Dengan penguatan digitalisasi kelas dan kualitas KBM, kini SMPN 22 Mataram mulai menunjukkan perubahan. (sib)



