BerandaNTBSUMBAWA13.300 Ton Beras Sumbawa Dikirim ke NTT

13.300 Ton Beras Sumbawa Dikirim ke NTT

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divisi Regional (Sub Divre) Sumbawa, melakukan pergeseran stok atau moveoutnas beras sejak bulan Januari-September mencapai 13.300 ton. Jumlah itupun didominasi pengiriman ke wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Rencana moveoutnas beras yang sudah terbit perintah itu di tahun ini sebanyak 22.600 ton,sehingga yang belum terangkut sekitar 9.200 ton dan semuanya akan kita salurkan ke NTB,” kata Pinca Perum Bulog Sumbawa, Muhammad Nur Ristanto pekan kemarin.

Nur melanjutkan, beras yang dikeluarkan tersebut merupakan hasil pengadaan yang dilakukan Bulog pada tahun 2025. Pergeseran itu bertujuan untuk memenuhi stok cadangan pangan di daerah lain termasuk juga menambah space gudang untuk penyerapan tahun berjalan.

Menurutnya, pengiriman ke luar daerah dipastikan tidak akan mengganggu kebutuhan beras untuk dua wilayah Sumbawa Barat dan Sumbawa. Kedua wilayah ini memiliki karakter sama dalam menjaga ketahanan di daerah masing-masing.

“Kegiatan moveoutnas ini tidak akan mengganggu kebutuhan beras Sumbawa dan KSB. Stok kita cukup banyak, bahkan akan terus bertambah karena kita masih melakukan penyerapan gabah petani,” jelasnya.

Ia menyebutkan, stok beras di gudang mencapai 65.000 ton, sementara yang belum termuat ada sekitar 9. 200 ton,sehingga tersisa tinggal 56.000 ton. Kebutuhan untuk alokasi bantuan pangan sekitar 2.000 ton untuk alokasi bulan Oktober- Desember.

Termasuk juga untuk penyaluran beras SPHP kepada masyarakat sekitar 1.000 ton,sehingga jumlah yang tersedia di gudang setelah dialokasikan untuk kebutuhan daerah lain dan program bantuan pemerintah sekitar 53.000 ton.

“Kalau kita hitung-hitung dengan jumlah stok yang tersedia saat ini setelah dialokasikan untuk kebutuhan yang lainnya maka pangan kita khususnya beras bisa bertahan dalam 4 tahun kedepan,” jelasnya

Berdasarkan data penyerapan gabah setara beras yang sudah dilakukan Bulog saat ini mencapai 49.700 ton. Jumlah baru mencapai 86 persen dari target yang ditetapkan pemerintah sekitar 57.700 ton.

Penyerapan beras yang dilakukan Bulog juga akan melibatkan mitra yang sudah terbentuk sebelumnya. Bahkan secara target harian untuk penyerapan gabah setara beras masih on the track dan harga masih tetap mengacu pada ketetapan pemerintah.

“Kalau untuk harga kita masih tetap sesuai HPP pemerintah yakni di angka Rp 6. 500 per kilogram dengan kadar air yang sudah ditetapkan. Sehingga kami sangat optimis target yang ditetapkan pemerintah tercapai,” tukasnya. (ils)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN










VIDEO