Taliwang (Suara NTB) –Kesan mendalam dirasakan Angelina Sondakh saat pertama kali menginjakkan kaki di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Artis sekaligus mantan Anggota DPR RI ini,kagum dengan sambutan hangat dan ketulusan masyarakat selama berada di daerah bermotto Pariri Lema Bariri ini.
Angelina menyampaikan kesannya itu saat menjadi narasumber dalam Safari Dakwah bertema “Hidup Mulia Dengan Al-Qur’an” yang digelar GOW KSB di Ruang Rapat Lantai 3 Gedung Graha Praja, Sekretariat Daerah KSB, Senin (5/10). Di hadapan ratusan peserta, perempuan yang akrab disapa Anjie ini mengaku merasa diterima dengan baik oleh masyarakat KSB.
“Saya merasa sangat diterima dan berterima kasih kepada masyarakat di sini. Orang Sumbawa itu dari luar mungkin kelihatan tegas dan berbicara keras, tetapi hatinya sangat luar biasa hangat dan tulus,” kata Angelina
Menurutnya, keramahan yang ditunjukkan masyarakat KSB menjadi pengalaman berkesan, terlebih kunjungannya ke Sumbawa Barat merupakan yang pertama kali. Ia menilai kehangatan tersebut menjadi bagian dari karakter masyarakat yang mampu memberikan rasa nyaman kepada tamu yang datang.
Angelina juga mengaitkan pengalaman tersebut sesuai dengan semangat daerah yang mengusung semboyan “KSB Maju Luar Biasa”. Baginya, kemajuan daerah tidak hanya tercermin dari pembangunan fisik, tetapi juga dari sikap masyarakat dalam membangun hubungan sosial dan menerima orang lain dengan ketulusan.
Sesuai dengan tema acara, Angelina sebagai narasumber banyak berbagi pengalaman spiritualnya mengenai peran Al-Qur’an dalam perjalanan hidupnya. Ia menyampaikan bahwa membaca, menghafal, dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dapat menjadi sumber kekuatan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.
Ia menekankan pentingnya keikhlasan dan berserah diri kepada Allah SWT dalam menjalani setiap persoalan. Kedekatan dengan Al-Qur’an dapat membantu seseorang menjaga ketenangan batin sekaligus memperkuat keyakinan dalam menghadapi berbagai kondisi.
Wakil Bupati KSB, Hj. Hanipah mengatakan bahwa kegiatan GOW ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam memperkuat pembinaan keagamaan masyarakat. Ia menyebut gerakan Tuntas Baca Al-Qur’an (TBA) telah berjalan selama belasan tahun dan melibatkan belasan ribu anggota hingga pelosok desa.
Hanipah menegaskan, perempuan memiliki posisi penting dalam membentuk karakter keluarga karena ibu merupakan madrasah pertama bagi anak.
“Karena itu, nilai-nilai Al-Qur’an diharapkan tidak hanya dipelajari, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dan itu adalah salah satu tugas ibu-ibu sebagai madrasah terdekat dalam keluarga,” cetus Wabup yang juga menjabat ketua GOW KSB ini. (bug)



