Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyiapkan Lima titik pusat keberangkatan shuttle bus gratis untuk penonton MotoGP Mandalika 2026. Di Kota Mataram ada Eks Bandara Selaparang dan Bale Kita (Islamic Center). Di Lombok Barat ada Pelabuhan Lembar dan Senggigi, di Lombok Utara ada di Pelabuhan Bangsal, dan di Bandara Internasional Zainudin Abdul Madjid.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Ekraf) NTB, Ahmad Nur Aulia, mengatakan Pemprov NTB menyiapkan sekitar 42 unit kendaraan untuk membawa penonton MotoGP dari dan menuju Sirkuit Mandalika. “Sudah ada titik shuttle nya, memang ada lima. Ada sekitar 42 armada bus,” ujarnya.
Shuttle bus ini akan beroperasi dari pagi hingga malam hari selama tiga hari penuh yaitu 9-11 Oktober 2026 saat pelaksanaan Grand Prix Sepeda Motor terbesar di dunia tersebut.
Di samping transportasi, Aulia juga menjelaskan terkait dengan akomodasi selama pelaksanaan MotoGP. Saat ini, tingkat hunian hotel di sejumlah kawasan di NTB mulai menunjukkan tren positif. Di Kawasan Mandalika dan Senggigi dipastikan telah penuh 100 persen. Sementara di Mataram masih sekitar 80 persen untuk city hotel, sedangkan untuk hotel berbintang sudah di angka 90 persen.
“Senggigi juga sudah memberikan tren positif. Mataram masih belum. Dalam pengertian ini sudah di angka 70 sampai 80 Karena biasanya city hotel ini Pada saat tiga empat hari menjelang MotoGP baru dia running,” terangnya.
Sementara itu, terkait dengan side event atau agenda pendukung selama gelaran MotoGP, Pemprov menyiapkan Lombok-Sumbawa Festival.
sebelumnya, Direktur Operasi Injourney Tourism Development Corporation (ITDC) Troy R. Warokka, mengatakan kalau penjualan tiket tahun ini jauh lebih baik dari penyelenggaraan MotoGP Mandalika sebelum-sebelumnya. Bahkan pembeli tiket tidak hanya dari Indonesia saja. Tetapi juga dari luar negeri.
“Ada 14,4 persen tiket yang sudah terjual itu pembelinya dari luar negeri,” sebutnya.
Hal itu menunjukkan kalau ajang MotoGP Mandalika tahun ini tidak hanya diminati oleh penonton yang berasal dari Indonesia saja. Tetapi juga dari luar negeri. Jadi selain tren penjualan yang positif, komposisi pembeli tiket MotoGP Mandalika 2026 ini lebih beragam dengan banyaknya pembeli dari luar negeri.
Melihat tren positif tersebut pihak optimis jumlah penonton MotoGP Mandalika tahun ini tidak hanya mencapai target, tetap bisa melampaui target yang ada.
“Khusus untuk warga NTB, sedang kita pertimbangkan membuka pembelian tiket khusus periode ketiga. Karena untuk kuota di periode pertama dan kedua, tiketnya sudah habis,” katanya.
Terkait persiapan gelaran MotoGP Mandalika, Troy menegaskan saat ini sudah masuk tahap akhir. Beberapa pekerjaan di sirkuit, seperti pengecatan ulang lintasan, penanganan kelistrikan dan beberapa item pekerjaan lainnya sudah tuntas. Kalaupun masih ada pekerjaan yang dilakukan hanya pekerjaan minor saja.
Dengan kata lain kalau sisi balapannya sudah siap dan tinggal penyiapan pada sisi non balapnya saja. Mulai dari penyiapan panggung festival dan penyiapan fasilitas pendukung lainnya. Tahun ini persiapan pelaksanaan MotoGP jauh lebih matang dari penyelenggaraan dua tahun terakhir. Selain ada pembenahan fasilitas, ada juga beberapa fasilitas penunjang baru yang dibangun. (era)



