BerandaHEADLINEPemprov Pastikan Utang Rp12 Miliar PT GNE Lunas 2028

Pemprov Pastikan Utang Rp12 Miliar PT GNE Lunas 2028


Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan utang Rp12 miliar PT Gerbang NTB Emas (GNE) tuntas pada tahun 2028. Hal ini karena di tahun 2029, perusahaan itu udah masuk holding BUMD, di bawah BUMD baru, NTB Capital.


Demikian disampaikan Kepala Biro Ekonomi dan Administrasi Pembangunan (Ekbang) NTB, Izzuddin Mahili. Sebelum membentuk holding NTB Capital yang membawahi PT GNE, anak perusahaan harus sehat terlebih dahulu.
“Kalau holding enggak bisa dia menggendong masalah. Harus sehat,” ujarnya, Selasa, 6 Oktober 2026.


Untuk membantu menyehatkan perusahaan, PT GNE kini mengurangi hampir 700 lebih lini bisnis mereka. Saat ini, sisa 10 jenis usaha yang dikembangkan, utamanya pada bisnis material konstruksi.


“Karena kan kembali kemampuan. Harus betul-betul portofolionya diperhitungkan. Mana usaha yang memberikan keuntungan, kan begitu,” katanya.


Dalam memastikan BUMD ini tidak kembali terlilit utang, Izzudin mengaku pihaknya rutin meminta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang dalam hal ini berperan sebagai Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) untuk mengevaluasi badan usaha milik daerah tersebut.


Berdasarkan hasil evaluasi BPKP, GNE diminta untuk melakukan perbaikan tata kelola keuangan, operasional, manajemen risiko. Salah satunya dari rekomendasi itu meminta PT GNE untuk mempersempit bisnis hingga 99 persen. “Salah satu rekomendasi BPKP ya itu, Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia KBLI,” ungkapnya.


Adapun di tahun ini, Pemprov menargetkan laba PT GNE bisa mencapai Rp1 miliar di tahun 2026. Mantan Kepala Biro Administrasi Pembangunan NTB itu mengaku optimis perusahaan tersebut bisa mencapai target yang diberikan kendati masih ada beban utang yang harus diselesaikan.


“Saya optimis gini, GNE ini potensial. Kenapa saya bilang potensial, karena dia sendiri ini yang aneka usaha. Bukan yang lain. Terus persaingan di NTB kan belum kompetitif seperti di luar,” ucapnya optimis.


Saat ini, PT GNE disebut mulai memperbaiki tata kelola mereka. Perusahaan itu kini mulai menyusun laporan keuangan untuk kebutuhan operasional seperti gaji pegawai dan sebagainya. “Sekarang sudah mulai stabil lah,” sebutnya.


Dirut PT GNE, Yuyud Indrayudi mengatakan Gubernur meminta pihaknya untuk memperbaiki dan meningkatkan kinerja perusahaan daerah tersebut. Setelah bertahun-tahun sakit hingga tidak bisa memberikan dividen kepada provinsi selaku Pemegang Saham Pengendali (PSP), tahun ini PT GNE diminta fokus agar bisa bangkit kembali.
“Ya di awal ini kita lebih untuk konsolidasi internal. Kemudian akan kita lihat bisnis prosesnya seperti apa,” katanya.


Selain itu, mulai tahun ini perusahaan tersebut akan fokus pada satu lini bisnis, yaitu material konstruksi. Selama ini, PT GNE mengembangkan beberapa bisnis, di antaranya penataan landscape, pengadaan material konstruksi, dan alat berat. GNE juga awalnya menjadi penyedia perumahan layak huni melalui program perumahan subsidi untuk masyarakat NTB.


Namun, karena bisnis-bisnis tersebut tersendat, bahkan mati suri hingga menyebabkan GNE sakit, Gubernur mengarahkan agar perusahaan tersebut fokus pada satu bisnis yang masih berkembang hingga sekarang, yaitu material konstruksi sebagai penyedia paving block. (era)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN











VIDEO