BerandaPENDIDIKANNanas Naik Kelas, Profesor Berdampak Unram Dorong Pesantren Kembangkan Produk Bernilai Ekonomi

Nanas Naik Kelas, Profesor Berdampak Unram Dorong Pesantren Kembangkan Produk Bernilai Ekonomi

Mataram (suarantb.com) – Universitas Mataram (Unram) mendorong pemanfaatan potensi nanas lokal menjadi produk pangan bernilai tambah melalui Program Profesor Berdampak. Upaya tersebut diwujudkan melalui pelatihan pengolahan nanas bagi santri dan masyarakat di Pondok Pesantren Salaf Modern Thohir Yasin, Lendang Nangka, Lombok Timur (Lotim), pada 17 September 2026.

Mengusung tema “Nanas Lokal, Peluang Besar!”, kegiatan ini mengajak peserta mengembangkan nanas yang selama ini lebih banyak dipasarkan sebagai buah segar menjadi beragam produk olahan, seperti keripik nanas, manisan nanas, dan permen jelly nanas.

Kegiatan merupakan bagian dari rangkaian Program Profesor Berdampak yang diketuai Prof. Erin Ryantin Gunawan. Pelatihan dan workshop diversifikasi produk nanas dikoordinasikan oleh Prof. Ir. Zainuri, PGDip., M.App.Sc., Ph.D., Guru Besar Teknologi Pascapanen Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri (Fatepa) Unram. Pelaksanaan kegiatan juga melibatkan mahasiswa Program Studi Kimia dan Fatepa serta alumni.

Pelatihan diawali dengan pemaparan mengenai potensi nanas, peluang diversifikasi produk, dan prinsip dasar pengolahan. Nanas memiliki kadar air yang tinggi sehingga relatif mudah mengalami kerusakan. Melalui pengolahan yang tepat, komoditas tersebut dapat memiliki daya simpan lebih panjang sekaligus meningkatkan nilai jualnya.

Peserta kemudian melakukan praktik langsung membuat keripik nanas dari nanas madu dan manisan nanas dengan memanfaatkan ampas hasil pengepresan sari buah. Sementara itu, sari nanas diolah menjadi permen jelly nanas. Pemanfaatan bagian buah tersebut menjadi salah satu upaya mengoptimalkan bahan baku sekaligus mengurangi limbah produksi.

Selain teknik pengolahan, peserta mendapatkan pengetahuan mengenai pengemasan produk dan pengelolaan limbah produksi. Aspek tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan produk agar memiliki mutu yang baik, daya simpan lebih panjang, dan berpotensi dikembangkan sebagai produk usaha.

Melalui kegiatan ini, Unram mendorong santri dan masyarakat untuk melihat nanas tidak hanya sebagai komoditas pertanian, tetapi juga sebagai sumber peluang usaha dan peningkatan nilai ekonomi. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal bagi pesantren dan masyarakat untuk mengembangkan produk olahan berbasis potensi lokal.

Kegiatan ini mendukung Sustainable Development Goals (SDG) 8 Decent Work and Economic Growth (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pengembangan peluang usaha dan peningkatan nilai ekonomi nanas lokal, serta SDG 12 Responsible Consumption and Production (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui diversifikasi produk, optimalisasi bahan baku, dan pengurangan limbah produksi.

Potensi nanas di Lendang Nangka diharapkan tidak berhenti pada pemasaran dalam bentuk buah segar, tetapi dapat berkembang menjadi berbagai produk turunan yang memiliki nilai tambah dan membuka peluang usaha baru bagi pesantren serta masyarakat sekitar. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya hilirisasi pengetahuan dan teknologi Unram agar memberikan manfaat langsung dan berkelanjutan bagi masyarakat. (r)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN











VIDEO