BerandaNTBKOTA MATARAMTurun Menjadi 32 Anak

Turun Menjadi 32 Anak

PEMERINTAH Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, mencatat penurunan kasus stunting. Dari sekitar 60 kasus pada 2025, jumlah tersebut kini berkurang menjadi 32 kasus.

Lurah Tanjung Karang, H. Ahmad Gunawan, mengatakan berdasarkan data hingga April 2026, tercatat 32 kasus stunting di wilayahnya. Angka tersebut menurun hampir setengah dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Tahun ini sudah menurun, jumlahnya 32 stunting di Kelurahan Tanjung Karang,” ujarnya, Rabu (7/10).

Menurutnya, penurunan kasus stunting tidak terlepas dari intervensi yang dilakukan secara bersama-sama oleh berbagai instansi pemerintah, baik Pemerintah Kota Mataram maupun Pemerintah Provinsi NTB. Salah satu bentuk intervensi yang dilakukan adalah pemberian makanan tambahan (PMT) kepada anak yang mengalami stunting.

Selain intervensi pemerintah, perubahan pola asuh orang tua juga dinilai turut berperan dalam menekan angka stunting di wilayah tersebut.

Gunawan mengatakan, penanganan stunting tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Peran aktif orang tua dan keluarga sangat penting dalam mendukung tumbuh kembang anak, mulai dari pencegahan hingga penanganan anak yang mengalami stunting.

“Kita keroyokan mengenai stunting ini. Dari pencegahan sampai proses penyembuhannya,” katanya.

Sementara itu, keterlibatan pihak swasta dalam penanganan stunting di Kelurahan Tanjung Karang masih terbatas. Gunawan menyebut salah satu pihak yang turut berpartisipasi berasal dari kelompok usaha kecil dan menengah (UKM).

Adapun dukungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) sebelumnya pernah diberikan. Namun, bantuan tersebut saat ini sudah tidak lagi berjalan.

Dengan penurunan kasus dari sekitar 60 menjadi 32 anak, Pemerintah Kelurahan Tanjung Karang optimistis angka tersebut masih dapat ditekan. Pemerintah kelurahan menargetkan tidak ada lagi kasus stunting pada 2027.

Target tersebut akan diupayakan melalui penguatan kolaborasi antara pemerintah, keluarga, masyarakat, dan pihak swasta. Selain mempertahankan intervensi terhadap kasus yang masih ada, pencegahan juga menjadi bagian penting agar tidak terjadi penambahan kasus baru.

Gunawan berharap seluruh pihak dapat mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing. Dengan kerja bersama dan perhatian yang berkelanjutan terhadap tumbuh kembang anak, target nol stunting di Kelurahan Tanjung Karang diharapkan dapat terwujud. “2027, kalau bisa kita nol stunting,” pungkasnya. (pan)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN











VIDEO