Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Provinsi NTB segera mencairkan insentif bagi guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Proses administrasi hampir rampung.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) NTB, Syamsul Hadi mengaku telah menandatangani dokumen terkait pencairan insentif bagi guru berstatus PPPK Paruh Waktu. “Tinggal dicairkan aja,” ujarnya kepada Suara NTB, Kamis (8/10).
Pemberian insentif tersebut sebelumnya sempat disinggung Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal pada acara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Mei 2026. Pemprov telah menyiapkan anggaran senilai Rp879 juta untuk realisasi janji Gubernur Iqbal tersebut. Target pencairan dimulai September-Desember 2026. Insentif ini akan diberikan kepada 2.000 lebih guru PPPK Paruh Waktu. “Persisnya sekitar 2.000 guru,” sebut Syamsul.
Insentif yang akan diberikan sebesar Rp500 ribu per guru. Ditanya terkait kapan insentif tambahan tersebut akan cair, Syamsul menyampaikan, prosesnya hampir rampung dan meminta guru untuk menunggu. “Ini sudah saya tanda tangan dan tinggal pembayaran saja,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan Tenaga Keolahragaan (GTKTK), Muazzam berharap tunjangan yang diterima guru PPPK Paruh Waktu dapat membantu meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik di NTB.
Pihaknya akan terus berupaya mendorong agar proses pencairan dapat segera dilakukan. Seluruh dokumen administrasi telah diserahkan ke Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi NTB. “Mudah-mudahan sekarang sudah ada titik terangnya, sehingga Oktober ini sudah bisa terbayarkan,” harapnya. (sib)



