BerandaHEADLINEMenpora: Perpanjangan Kontrak MotoGP Mandalika Tunggu Keputusan Presiden

Menpora: Perpanjangan Kontrak MotoGP Mandalika Tunggu Keputusan Presiden

Praya (Suara NTB) – Kepastian perpanjangan kontrak penyelenggaraan MotoGP di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, masih menunggu keputusan Presiden Prabowo Subianto. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, menyatakan pemerintah mendukung keberlanjutan ajang balap motor dunia ini, tetapi keputusan resmi terkait perpanjangan kontrak diserahkan kepada Presiden.

“Kita tunggu putusan Bapak Presiden. Mudah-mudahan nanti beliau (Presiden) yang menyampaikan,” ujar Erick Thohir saat ditemui di Sirkuit Mandalika, Minggu, 11 Oktober 2026, jelang race MotoGP.

Erick menegaskan, MotoGP Mandalika merupakan ajang yang sangat berharga bagi Indonesia. Selain memperkenalkan Indonesia kepada dunia internasional, penyelenggaraan balapan ini dinilai menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara dan mengembangkan destinasi pariwisata di luar Bali.

“Kalau kita ingin mendorong jumlah turis makin meningkat terus, selain Bali kita harus membangun juga tempat-tempat lain seperti Mandalika, yang memang punya nilai tambah. Nah, kebetulan Mandalika punya plus MotoGP-nya,” katanya.

Menurut Erick, manfaat penyelenggaraan MotoGP tidak hanya diukur dari dampak ekonomi dan pariwisata. Ajang internasional ini juga diharapkan membuka kesempatan bagi pembalap Indonesia untuk meningkatkan kemampuan dan menembus persaingan di level dunia.

Ia menyebut, penyelenggaraan MotoGP membutuhkan biaya yang besar. Namun, investasi dimaksud diharapkan memberikan manfaat lebih luas, termasuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus membuka jalan bagi talenta balap nasional untuk berkembang.

“Biayanya sangat mahal, tetapi tidak hanya mengharapkan ekonomi. Bintang-bintang Indonesia juga punya kesempatan naik kelas,” ujarnya.

Lebih jauh soal peluang perpanjangan kontrak MotoGP di Mandalika, Erick menegaskan pemerintah mendukung MotoGP Mandalika karena dinilai sebagai ajang yang baik bagi Indonesia. Namun, ia tidak memberikan kepastian mengenai durasi maupun waktu pengumuman perpanjangan kontrak.

Sebelumnya, Deputy CEO MotoGP Group/MotoGP Sports Entertainment Group, Carlos Ezpeleta, menyampaikan bahwa MotoGP memiliki perjanjian dengan Pemerintah Indonesia menggunakan skema kontrak lima tahun ditambah opsi lima tahun berikutnya.

Dalam keterangannya di Sirkuit Mandalika, Jumat, 9 Oktober 2026, Ezpeleta mengatakan MotoGP berencana tetap hadir di Indonesia setidaknya hingga 2031. “Kami memiliki perjanjian lima tambah lima tahun dengan Pemerintah Indonesia. Kami berencana berada di sini hingga 2031, setidaknya,” kata Ezpeleta. (bul)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN











VIDEO