BerandaNTBSUMBAWAHingga Triwulan III, 1. 697 Warga Terdampak Bencana

Hingga Triwulan III, 1. 697 Warga Terdampak Bencana

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbawa,  mencatat hingga triwulan III tahun 2026 total masyarakat terdampak bencana mencapai 1.697 jiwa. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun lalu dan dikhawatirkan berpotensi mengalami peningkatan.

“Total bencana hingga triwulan III sebanyak 30 kejadian, jumlah itu meningkat 11 kejadian dibandingkan tahun 2025 lalu. Jumlah itupun berpotensi akan terus bertambah hingga akhir tahun 2026,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Kabupaten Sumbawa, Dr. Rusdianto dikonfirmasi pekan kemarin.

Berdasarkan data penyumbang tertinggi kejadian bencana di Sumbawa merupakan bencana banjir. Bahkan hingga triwulan III tercatat sekitar 13 desa terdampak bencana dengan jumlah penduduk mencapai 1.262 jiwa atau sekian 43,33 persen.

Bencana kebakaran menempati urutan kedua dengan jumlah desa terdampak mencapai 11 desa atau sekitar 36,67 persen. Akibat  musibah kebakaran tersebut tercatat sekitar 401 jiwa. Selanjutnya, angin puting beliung terjadi di dua desa atau sekitar 6,67 persen dengan jumlah warga terdampak mencapai 11 jiwa.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk lebih waspada untuk menekan terjadinya hal yang tidak diinginkan,” ucapnya.

Pemerintah juga tengah memberikan atensi khusus terkait bencana kekeringan. Penetapan status tanggap darurat bencana kekeringan  selama 61 hari terhitung dari tanggal 1 September sampai dengan 31 Oktober tahun 2026 dinilai menjadi alarm untuk tetap meningkatkan kewaspadaan.

Status tanggap kekeringan ditetapkan seiring masuknya dasarian ketiga musim kemarau di sejumlah wilayah. Pihaknya memprediksi puncak musim kemarau akan terjadi pada pertengahan bulan Oktober hingga pertengahan awal bulan Desember mendatang.

Berdasarkan data lanjut Anto, sekitar 8.782 kepala keluarga (KK) atau 34.807 jiwa berpotensi terdampak kemarau periode bulan September-Oktober di 12 kecamatan dan 28 desa. Dari jumlah tersebut total kebutuhan air bersih untuk di distribusikan ke masyarakat 8. 353. 680 liter.

“Kemarin ada tambahan dua kecamatan lagi yang melapor terdampak kekeringan dan sudah mulai kita lakukan pendistribusian air bersih ke masyarakat yang membutuhkan,” tukasnya. (ils)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN












VIDEO