Taliwang (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) berencana menambah tiga perguruan tinggi negeri (PTN) sebagai mitra program beasiswa kerja sama pada 2027. Ketiga kampus tersebut adalah Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), dan Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Semarang. Progresnya masih tahap komunikasi dengan pemerintah daerah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) KSB, Agus menjelaskan, penambahan kampus mitra bertujuan memperluas akses mahasiswa asal KSB,untuk menempuh pendidikan tinggi, khususnya pada program studi keteknikan yang memiliki tingkat persaingan masuk cukup ketat.
“Ini gunanya untuk membuka akses karena ada kesulitan mahasiswa kita tembus pada program-program studi keteknikan. Dengan kerja sama ini, harapan kita tingkat keketatan masuk ke perguruan tinggi itu relatif tidak berat lagi untuk anak-anak kita,” cetus Agus.
Ia berharap komunikasi dengan ketiga perguruan tinggi tersebut, segera dituntaskan sehingga di tahun 2027 sudah bisa menerima mahasiswa asal KSB melalui program beasiswa kerja sama. Agus menambahkan, jika tiga kampus ini terealisasi, maka jumlah kampus yang bermitra dengan Pemda KSB akan bertambah menjadi enam perguruan tinggi.
Agus mengatakan, Pemda KSB telah menjalin kerja sama dengan Universitas Airlangga, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, dan Universitas Veteran Yogyakarta. Pada tahun ini, ketiga kampus tersebut telah menyerap 18 mahasiswa asal KSB untuk menempuh pendidikan pada jurusan keteknikan.
Selain memperluas kerja sama dengan perguruan tinggi, Dinas Dikbud KSB juga mengupayakan program pra-university bersama ITB. Program ini disiapkan untuk membantu siswa mempersiapkan diri menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi, sekaligus mengenali minat dan bakat mereka pada program studi tertentu.
Menurut Agus, program tersebut merupakan tindak lanjut arahan Bupati KSB, H.Amar Nurmansyah, untuk meningkatkan kesiapan calon mahasiswa daerah dalam menghadapi persaingan masuk PTN. Terutama pada jurusan yang memiliki tingkat kerumitan tinggi.
Program pra-university diharapkan siswa memperoleh bimbingan belajar dan persiapan akademik sebelum mengikuti seleksi masuk PTN. “Dengan demikian, mereka memiliki bekal yang lebih baik untuk bersaing memperebutkan kursi pada program studi yang diminati,” ujar Agus.
Selanjutnya, Agus berharap persiapan tersebut bisa berjalan pada Februari 2027 atau sebelum pelaksanaan seleksi masuk PTN. Program ini diharapkan berjalan beriringan dengan perluasan kemitraan beasiswa sehingga semakin banyak anak KSB memiliki akses untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi sesuai minat dan kemampuan mereka.(bug)



