BerandaEKONOMIBI NTB Catat 200 Transaksi QRIS Antarnegara di MotoGP Mandalika

BI NTB Catat 200 Transaksi QRIS Antarnegara di MotoGP Mandalika


Mataram (Suara NTB)– Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat 200 transaksi menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Antarnegara atau QRIS Cross Border selama penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 pada 9–11 Oktober. Pemanfaatan pembayaran digital lintas negara ini menjadi bagian dari upaya memperluas ekosistem ekonomi digital sekaligus meningkatkan kualitas layanan bagi wisatawan mancanegara.


Selain memperkuat sistem pembayaran, BI NTB memanfaatkan ajang balap internasional ini untuk memperkenalkan produk unggulan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal kepada pengunjung domestik maupun mancanegara.


Kepala Perwakilan BI NTB, Hario K. Pamungkas, mengatakan, dukungan terhadap MotoGP Mandalika tidak hanya ditujukan untuk memastikan kelancaran transaksi selama kegiatan berlangsung, tetapi juga agar manfaat ekonomi ajang internasional itu dapat dirasakan masyarakat secara lebih luas.


“Bagi Bank Indonesia, keberhasilan penyelenggaraan MotoGP Mandalika tidak hanya diukur dari kelancaran sebuah ajang internasional, tetapi juga dari manfaat ekonomi yang dapat dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.

QRIS Antarnegara Diperluas
Untuk memperkenalkan kemudahan pembayaran digital kepada wisatawan, BI NTB bersinergi dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menghadirkan kegiatan QRIS Experience di kawasan Sirkuit Mandalika.


Melalui kegiatan tersebut, pengunjung diperkenalkan dengan penggunaan QRIS, termasuk fasilitas pembayaran lintas negara. Selama tiga hari penyelenggaraan MotoGP, tercatat 200 transaksi menggunakan QRIS Antarnegara.


Saat ini, QRIS Antarnegara mendukung transaksi pengguna dari sejumlah negara yang telah terhubung dengan Indonesia, yakni Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok.


BI NTB juga memperluas edukasi mengenai penggunaan QRIS Antarnegara kepada wisatawan dan pelaku usaha di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) serta sejumlah lokasi strategis lainnya.


Edukasi dilakukan melalui interaksi langsung dengan wisatawan dan pelaku usaha, pemasangan stiker bertuliskan Lombok Accept International QR Payments pada gerai usaha, pemasangan baliho, serta penyebarluasan informasi melalui media massa.


Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapan pelaku usaha dalam melayani wisatawan mancanegara sekaligus memperluas penggunaan pembayaran digital dalam kegiatan ekonomi dan pariwisata di NTB.


Di sisi lain, BI NTB telah mengimbau penyedia jasa pembayaran, baik perbankan maupun lembaga selain bank, serta penyelenggara kegiatan usaha penukaran valuta asing bukan bank untuk memastikan kesiapan operasional dan kualitas pelayanan selama MotoGP berlangsung.


Berdasarkan hasil pemantauan BI NTB, layanan sistem pembayaran secara umum berjalan baik dan tidak ditemukan gangguan signifikan yang menghambat transaksi masyarakat.


Produk UMKM Lokal Dikenalkan ke Wisatawan
Tidak hanya mendorong digitalisasi pembayaran, BI NTB turut memberikan ruang bagi UMKM binaannya untuk memasarkan produk di kawasan Sirkuit Mandalika.
Sejumlah produk yang ditampilkan antara lain kopi Dersi Coffee, Ayam Merangkat dari Desa Wisata Bonjeruk, makanan ringan berbahan kacang dan jagung dari Songgajah, produk roti Rasa Baru, serta kerajinan tangan dari Bale Rattan.


Selama tiga hari penyelenggaraan, produk-produk tersebut mendapat respons positif dari pengunjung dan tercatat terjual setiap hari.


Kehadiran UMKM binaan BI NTB menjadi salah satu upaya memperkenalkan keragaman produk unggulan daerah kepada pasar yang lebih luas. Momentum MotoGP juga dimanfaatkan untuk membuka peluang bagi pelaku usaha lokal menjangkau konsumen dari berbagai daerah dan negara.


Peluang tersebut dinilai penting mengingat besarnya aktivitas ekonomi yang tercipta selama penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026.


Ajang yang berlangsung pada 9–11 Oktober itu mencatat 157.875 penonton, meningkat sekitar 12,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. InJourney memperkirakan dampak ekonomi penyelenggaraan MotoGP 2026 mencapai sekitar Rp5 triliun secara nasional, dengan keterlibatan sekitar 3.000 tenaga kerja lokal dan 600 UMKM dalam ekosistem penyelenggaraan.


Besarnya jumlah pengunjung dan aktivitas usaha selama ajang tersebut membuka peluang bagi sektor pariwisata, akomodasi, transportasi, perdagangan, hingga UMKM untuk memperoleh manfaat ekonomi.


Manfaat Ekonomi Dirasakan Masyarakat
Hario menegaskan, BI akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, industri sistem pembayaran, perbankan, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya untuk mengembangkan ekosistem ekonomi dan keuangan digital di NTB.


Menurutnya, berbagai program BI harus memberikan dampak nyata bagi perekonomian daerah, bersifat inklusif, terintegrasi dengan program prioritas pemerintah, serta dilaksanakan melalui kolaborasi yang kuat.


Penguatan ekosistem pembayaran digital dan perluasan akses pasar UMKM diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan pariwisata sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi NTB yang inklusif dan berkelanjutan.


“Penyelenggaraan ajang internasional seperti MotoGP Mandalika tidak hanya menjadi daya tarik pariwisata, tetapi juga momentum untuk memperluas pasar produk lokal dan mempercepat pemanfaatan transaksi digital di daerah,” demikian Hario.(bul)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN












VIDEO