BerandaNTBKOTA MATARAMDitargetkan Beroperasi Awal 2027, Progres Pembangunan TPST Kebon Talo Baru 17 Persen

Ditargetkan Beroperasi Awal 2027, Progres Pembangunan TPST Kebon Talo Baru 17 Persen

Mataram (Suara NTB) – Pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kebon Talo di Kelurahan Ampenan Utara, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, baru mencapai 17 persen. Proyek senilai Rp52 miliar tersebut ditargetkan rampung pada 31 Desember 2026 dan mulai beroperasi pada awal 2027.

Wali Kota Mataram, Dr. H. Mohan Roliskana, mengatakan progres pembangunan TPST Kebon Talo sangat bergantung pada kedatangan dan pemasangan peralatan pengolahan sampah. Peralatan tersebut diperkirakan tiba pada November 2026 dan diharapkan dapat mendorong percepatan penyelesaian proyek.

“Hari ini kita memantau progres TPST Kebon Talo. Saat ini masih dalam pengerjaan infrastruktur utamanya dulu. Targetnya 31 Desember. Memang persentase pekerjaan ini signifikan tergantung pada peralatannya,” ujarnya saat meninjau proyek tersebut, Kamis (15/10).

Mohan menambahkan, seluruh pekerjaan infrastruktur ditargetkan rampung pada akhir 2026. Setelah itu, Pemerintah Kota Mataram akan membentuk unit pelaksana teknis (UPT) pengelolaan agar operasional TPST dapat berjalan secara terintegrasi. Dengan demikian, fasilitas tersebut diharapkan mulai beroperasi pada awal 2027.

Menurutnya, kedatangan peralatan pengolahan sampah pada November mendatang akan memengaruhi progres aktual pembangunan, termasuk tahapan pekerjaan yang harus diselesaikan hingga proyek tersebut rampung.

Mohan menjelaskan, TPST Kebon Talo dirancang memiliki kapasitas pengolahan sampah sekitar 60 ton per hari. Sementara itu, TPST Sandubaya memiliki kapasitas sekitar 40 ton per hari. Dengan demikian, kedua fasilitas tersebut ditargetkan mampu mengolah total sekitar 100 ton sampah setiap hari.

Pembangunan TPST Kebon Talo merupakan program pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya. Fasilitas tersebut dibangun di atas lahan seluas sekitar 1,48 hektare untuk mendukung penanganan sampah di Kota Mataram yang volumenya mencapai sekitar 300 ton per hari.

Keberadaan TPST Kebon Talo dan TPST Sandubaya diharapkan dapat mengurangi volume sampah Kota Mataram yang selama ini sebagian besar dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok di Kabupaten Lombok Barat. Selain itu, kedua fasilitas tersebut diharapkan meningkatkan efektivitas penanganan sampah melalui sistem pengolahan yang lebih terpadu.

Terkait kebutuhan tenaga kerja untuk mengoperasikan fasilitas tersebut, Mohan mengatakan Pemerintah Kota Mataram akan memanfaatkan sumber daya manusia (SDM) yang tersedia di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terlebih dahulu.

Menurutnya, penambahan pegawai baru tidak dapat dilakukan secara langsung karena pengoperasian peralatan TPST membutuhkan tenaga kerja dengan kompetensi khusus. Proses perekrutan harus melalui tahapan seleksi, disertai pendampingan agar pengoperasian teknologi pengolahan sampah dapat berjalan optimal.

“Nanti, untuk sementara ini kita manfaatkan SDM yang ada dulu di DLH karena ini teknologi yang butuh kecermatan. Kemudian, ada proses pendampingan-pendampingan. Itu yang penting supaya alat-alat ini berjalan dengan baik,” pungkasnya. (pan)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN














VIDEO