Mataram (Suara NTB) — Pemerintah Indonesia menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya ulama kharismatik Nusa Tenggara Barat (NTB), TGH. Lalu Muhammad Turmudzi Badaruddin atau yang dikenal sebagai Tuan Guru Bagu.
Ungkapan duka cita mendalam pemerintah Indonesia ini, disampaikan langsung Direktur Utama Perum Bulog, Letnan Jenderal TNI Ahmad Rizal Ramdhani, saat bertakziah ke rumah duka, Kamis , 15 Oktober 2026 malam.
Rizal Ramadhani hadir mewakili pemerintah setelah menerima kabar wafatnya Tuan Guru Bagu ketika mendampingi sejumlah menteri dalam agenda peresmian Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Sidoarjo, Jawa Timur.
Rizal mengatakan, dirinya menerima kabar duka sekitar pukul 13.50 WITA, tidak lama setelah Tuan Guru Bagu dikabarkan wafat pada pukul 13.30 WITA. Informasi tersebut langsung disampaikannya kepada Menteri Koordinator Bidang Pangan, Menteri Koperasi, Menteri Sosial, serta jajaran terkait yang hadir dalam kegiatan tersebut.
“Begitu menerima berita duka, saya langsung melaporkan kepada Pak Menko Pangan, Menteri Koperasi, Menteri Sosial, dan Direktur Agrinas Pangan bahwa Tuan Guru Bagu telah wafat,” ujarnya.
Rizal menuturkan, setelah menerima laporan tersebut, pemerintah memutuskan dirinya mewakili negara untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga almarhum. Meski masih memiliki agenda kunjungan kerja di Jawa Timur, ia berangkat dari Bandara Juanda, Surabaya, menuju Lombok dan tiba pada malam hari.
Setibanya di rumah duka, Rizal bertemu dengan keluarga almarhum dan menyampaikan pesan belasungkawa dari sejumlah pejabat negara. Ia juga menitipkan salam hormat serta ucapan duka dari Menteri Koordinator Bidang Pangan, Menteri Pertanian, Menteri Koperasi, Menteri Sosial, dan pejabat terkait lainnya.
Selain bertakziah, Rizal turut mengikuti rangkaian doa untuk almarhum dan menyampaikan sambutan kepada masyarakat yang berkumpul di rumah duka.
Ia menegaskan, kehadiran pemerintah merupakan bentuk penghormatan negara terhadap jasa dan pengabdian Tuan Guru Bagu, terutama dalam membimbing umat serta memperkuat kehidupan keagamaan di NTB.
Menurutnya, Tuan Guru Bagu memiliki peran penting dalam memberikan pemahaman keagamaan kepada masyarakat, khususnya umat Islam di NTB. Peran tersebut dinilai turut mendukung terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis serta membantu menyampaikan pemahaman mengenai program-program pemerintah kepada masyarakat.
“Atas peran dan pengabdian beliau, menurut kami, beliau patut mendapatkan penghargaan yang luar biasa dari negara,” katanya.
Ia menyebut Tuan Guru Bagu sebagai salah satu putra terbaik NTB sekaligus tokoh bangsa yang memiliki pengaruh besar dalam kehidupan keagamaan masyarakat.
“Pemerintah Indonesia turut berduka cita yang mendalam atas wafatnya Tuan Guru Bagu. Beliau merupakan tokoh NTB dan putra terbaik bangsa Indonesia,” tegasnya.
Rizal berharap seluruh amal ibadah dan pengabdian almarhum diterima Allah SWT. Ia juga mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta masyarakat NTB dapat meneruskan nilai-nilai kebaikan yang telah diwariskan Tuan Guru Bagu.
“Atas nama pemerintah, kami mendoakan semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan ditempatkan di surga-Nya,” tutupnya.(bul)



