BerandaEKONOMIOrganda NTB Minta Pengelolaan Shuttle MotoGP Mandalika Dipercayakan ke Daerah

Organda NTB Minta Pengelolaan Shuttle MotoGP Mandalika Dipercayakan ke Daerah


Mataram (Suara NTB) – Organisasi Angkutan Darat (Organda) Nusa Tenggara Barat (NTB) meminta pengelolaan dan pembagian layanan shuttle penonton MotoGP Mandalika pada penyelenggaraan berikutnya dipercayakan kepada Organda. Langkah ini dinilai penting agar perusahaan otobus (PO) lokal mendapat kesempatan yang lebih merata sekaligus memperkuat kesiapan transportasi daerah.


Ketua Organda NTB, Junaidi Kasum, mengatakan penyediaan armada shuttle untuk MotoGP Mandalika pada 9-11 Oktober 2026 berjalan relatif lancar. Kebutuhan bus untuk mengangkut penonton di dalam kawasan sirkuit dapat dipenuhi melalui konsolidasi PO yang beroperasi di Pulau Lombok, dengan dukungan operator lain, termasuk DAMRI.


Menurut Junaidi, pada penyelenggaraan tahun ini Organda mendapat kepercayaan mengoordinasikan PO dari NTB, khususnya Lombok dan Sumbawa.


“Alhamdulillah, tahun ini kami diberikan kepercayaan untuk mengakomodasi teman-teman PO di NTB. Kebutuhannya bisa kita penuhi setelah mengumpulkan teman-teman operator,” ujarnya.


Ia berharap pola koordinasi ini dipertahankan pada penyelenggaraan MotoGP berikutnya. Dengan begitu, pembagian armada dan kesempatan usaha dapat dilakukan secara lebih merata, tanpa mengabaikan standar pelayanan dan kelayakan kendaraan.


Junaidi menyebut, armada yang tersedia tidak hanya berasal dari PO besar. Bus milik berbagai operator, termasuk bus kampus, dapat dimanfaatkan sepanjang memenuhi persyaratan teknis, memiliki pendingin udara yang berfungsi, serta dinyatakan layak beroperasi.


“Ke depan, harapan kami siapa pun yang menjadi penyelenggara harus menyerahkan koordinasi transportasi kepada Organda. Kami yang mengatur pembagiannya supaya PO lokal mendapatkan kesempatan secara adil,” katanya.


Untuk penyelenggaraan mendatang, Organda mengusulkan penataan area tunggu yang lebih tertib. Penonton sebaiknya dapat duduk dan menunggu di area yang disiapkan, kemudian naik ke bus sesuai nomor gelang atau sistem pengaturan yang berlaku.


Menurutnya, pola ini dapat mengurangi penumpukan di jalur antrean, sekaligus lebih aman bagi penonton yang membawa anak kecil.


Junaidi juga mengusulkan penambahan armada shuttle apabila jumlah penonton kembali meningkat. Menurutnya, kebutuhan transportasi harus dihitung berdasarkan jumlah penonton dan pola pergerakan mereka, bukan hanya mengacu pada jumlah bus pada penyelenggaraan sebelumnya.
MotoGP Mandalika 2026 mencatat total kehadiran penonton sebanyak 157.875 orang selama tiga hari penyelenggaraan, 9–11 Oktober 2026.


Dengan jumlah tersebut, evaluasi kapasitas armada, lokasi parkir, jalur keluar-masuk, dan sistem antrean dinilai perlu dilakukan secara menyeluruh.


Ia menambahkan, persoalan kepadatan kendaraan pribadi di sekitar kawasan juga perlu menjadi perhatian. Berdasarkan pengamatannya, arus kendaraan berangsur normal setelah sekitar satu jam, tetapi kondisi panas dan keberadaan anak kecil dapat membuat penonton merasa tidak nyaman ketika harus menunggu.


Karena itu, perbaikan layanan tidak cukup hanya dengan menambah bus. Pengaturan arus penonton, sistem antrean, serta koordinasi petugas di lapangan juga harus ditingkatkan.


Ia berharap pengalaman tahun ini menjadi dasar untuk membangun sistem shuttle yang lebih tertib, aman, dan memberi ruang lebih besar bagi pelaku transportasi lokal.


“Yang penting, layanan kepada penonton tetap terjaga, armada memenuhi standar, dan PO lokal juga mendapat kesempatan yang adil,” tandasnya. (bul)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN














VIDEO