BerandaNTBKOTA MATARAMJalan Berlubang di Jalan Panca Usaha Akibat Perbaikan Pipa

Jalan Berlubang di Jalan Panca Usaha Akibat Perbaikan Pipa

Mataram (Suara NTB) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram mengonfirmasi bahwa lubang di Simpang Empat Jalan Panca Usaha merupakan dampak pekerjaan perbaikan pipa air milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Kondisi jalan tersebut berpotensi mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengendara yang melintas. Untuk mengantisipasi risiko kecelakaan, water barrier dipasang sebagai penanda di sekitar lokasi pekerjaan.

Kepala Dinas PUPR Kota Mataram, Lale Widiahning, mengatakan lubang yang ditandai dengan water barrier tersebut berkaitan dengan pekerjaan perbaikan pipa air oleh PDAM. “Kalau ada water barrier di sana, itu pekerjaan PDAM. Mungkin ada perbaikan,” ujarnya, pekan lalu.

Ia menjelaskan, lubang-lubang tersebut muncul akibat proses perbaikan saluran pipa air. Menurutnya, permukaan jalan biasanya akan ditambal dan dikembalikan seperti semula setelah pekerjaan perbaikan selesai.

Sementara itu, kondisi jalan berlubang juga ditemukan di sejumlah titik di Jalan Dr. Wahidin. Lale mengungkapkan, penanganan jalan tersebut merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Meski demikian, PUPR Kota Mataram tetap dapat melakukan penanganan apabila tersedia anggaran, mengingat lokasi jalan tersebut berada di kawasan perkotaan. “Itu provinsi punya, tapi tetap karena kita di kota, kalau ada anggaran kita perbaiki,” jelasnya.

Lale menambahkan, penanganan jalan berlubang melalui pekerjaan tambal sulam dilakukan dengan skema swakelola. Dalam mekanisme ini, PUPR mengerjakan perbaikan secara mandiri dengan menyiapkan material yang dibutuhkan, seperti aspal cair, pasir, dan kerikil.

Material tersebut disiapkan di kantor agar dapat digunakan sewaktu-waktu ketika diperlukan. Dengan demikian, petugas dapat segera turun ke lapangan untuk melakukan penambalan pada titik jalan yang membutuhkan penanganan.

Lale mengatakan pihaknya akan melakukan pengecekan kembali terhadap titik-titik jalan yang mengalami kerusakan untuk menentukan kebutuhan penanganannya. Pengecekan tersebut diharapkan dapat membantu menentukan lokasi yang perlu mendapat prioritas perbaikan. “Nanti kita cek lagi supaya dapat ditangani,” pungkasnya.

Menurutnya, penanganan jalan berlubang dapat dilakukan sesuai kebutuhan dan ketersediaan material. Langkah ini juga memungkinkan petugas bergerak lebih cepat ketika terdapat laporan atau temuan kerusakan di lapangan. (pan)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN














VIDEO