Sumbawa Besar (Suara NTB)-MKR (19) santri pondok pesantren Al-Fatah Temboro yang menjadi korban terseret ombak di Pantai Batu Pampang, Desa Emang Lestari, Kecamatan Lunyuk, Rabu (14/10) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Korban ditemukan sekitar 3 mil laut dari Pantai Petani, Minggu (18/10).
“Alhamdulillah keempat korban sudah kita temukan, setelah tim SAR gabungan bersama warga melakukan pencairan mulai dari pinggir pantai hingga ke perairan,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Kabupaten Sumbawa, Dr. Rusdianto kepada wartawan pekan kemarin.
Korban terakhir tersebut, ditemukan dalam kondisi mengapung sekitar 3 nautical mile dari Pantai Petani. Setelah dilakukan evakuasi, korban langsung dibawa ke Puskesmas Lunyuk untuk dilakukan penanganan lebih lanjut kemudian diserahkan ke pihak keluarga.
Tim SAR gabungan memastikan ditemukannya korban terakhir maka operasi pencarian dinyatakan berakhir. Para korban juga langsung diserahkan ke keluarga masing-masing untuk proses pemakaman.
“Operasi pencarian langsung kita hentikan setelah korban terakhir MKR kita temukan. Jenazah korban juga langsung kita serahkan ke keluarga masing-masing untuk dimakamkan,” jelasnya.
Sebelumnya, peristiwa naas ini terjadi pada Rabu (14/10/2026) sekitar pukul 08.45 WITA. Empat santri yang semuanya berusia 19 tahun terseret arus saat beraktivitas di kawasan Pantai Batu Pampang. Di hari pertama insiden, satu korban AR (19) asal Sulawesi langsung ditemukan.
Tim SAR gabungan kemudian melanjutkan pencarian dan dua orang korban lainnya masing-masing MY dan MZ, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar 3 mile laut dari lokasi kejadian. Sementara satu korban lainnya yakni MKR (19) asal Ponorogo di temukan di hari kelima pencarian tepatnya hari Minggu (18/10). (ils)



