BerandaNTBLOMBOK BARAT10 Pelamar Mendaftar, Pansel Baznas Lobar Cek Sipol hingga Kepengurusan Ormas

10 Pelamar Mendaftar, Pansel Baznas Lobar Cek Sipol hingga Kepengurusan Ormas

Giri Menang (Suara NTB) – Berdasarkan data Panitia Seleksi (Pasel) terbuka komisioner Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lombok Barat (Lobar) hingga Senin (19/10/2026), jumlah pelamar yang mendaftar sementara ini sebanyak 10 orang. Dalam seleksi ini Pansel menerapkan aturan ketat bagi peserta yang melamar jabatan Komisioner Baznas Lobar.

Seluruh peserta yang melamar harus bersih dari keterlibatan atau keanggotaan partai politik (Parpol) dan tidak memegang lebih dari dua organisasi masyarakat. Pemkab Lobar menginginkan Komisoner Baznas fokus dan mengutamakan tugas pokok fungsinya (Tupoksi) di Baznas, serta tidak menjadikan jabatan itu sebagai pekerjaan sampingan.

Anggota Pansel Baznas Lobar, Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Lobar Dr. Hj. Mutmainnah memastikan pemeriksaan ketat berkas dokumen para pelamar dilakukan. Pengecekan di Sistem Informasi Partai Politik (Sipol) Komisi Pemilihan Umum (KPU) dilakukan demi memastikan peserta bukan anggota Parpol aktif.

“Kita minta teman-teman staf untuk cek sipol (Sistem Informasi Partai Politik). Walaupun di persyaratan itu kita sudah minta ada surat pernyataan bahwa tidak masuk, dan tidak menjadi pengurus di partai politik mana pun, tapi tetap kita harus cek sipol,” terang Mutmainnah saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (19/10).

Selain itu, pihaknya juga akan memastikan pendaftar tidak masuk dalam pengurus organisasi masyarakat lebih dari dua tempat. Sebab dikhawatirkan justru akan menganggu proses tugasnya di Baznas Lobar. “Kalau lebih dari dua itu kan membuat repot. Kalau hanya satu itu kan masih mending,” imbuhnya.

Sejak dibuka 16 Oktober 2026, Sekretariat Seleksi Terbuka Pansel Baznas Lobar mencatat 10 pelamar yang sudah mendaftar hingga tanggal 19 Oktober 2026. Para pelamar itu berasal dari berbagai latar belakang pendidikan maupun bidang. Tidak hanya dari unsur tokoh agama dan akademisi, namun juga dari bidang akutansi, ekonomi hingga informatika.

“Karena memang dari awal mereka sudah meminta informasi ke kita sebelum penundaan. Nah, jadi ada yang basis-nya itu ekonomi, akuntansi, kemudian ada yang basis-nya informatika, itu beragam,” bebernya.

Pendaftar diperkirakan akan terus bertambah, lantaran beberapa calon peserta sempat menghubungi sekretariat untuk menanyakan informasi serta mengutarakan akan datang mendaftar di sisa dua hari waktu pendaftaran Selasa (20/10) dan Rabu (21/10). 

Pihaknya sangat berharap pendaftar itu akan lebih dari 10 orang, sebab ketentuan peraturan seleksi itu akan mencari 10 beser dan diusulkan ke Baznas Pusat.

“Mudah-mudahan sisa hari Selasa dan Rabu itu bisa banyak, karena minimal yang bisa kita ajukan ke Baswas Pusat itu 10 besar,” bebernya.

Verifikasi berkas para pelamar yang sudah mendaftar juga terus dilakukan panitia seleksi. Pengumuman hasil tahapan administaris ini dijadwalkan akan disampaikan pada 22 Oktober. Selanjutnya tahapan tes akan dimulai sejak 25 Oktober sampai 28 Oktober 2026.

Mutmainnah menjelaskan tahapan tes maupun wawancara akan dilakukan oleh Baznas Provinsi NTB. Sehingga kerahasiaan soal pun akan terjamin.

“Soal akan dibawa langsung dari provinsi, entah itu dari pusat yang buat soal atau provinsi. Nah, jadi kita tidak pernah lihat soalnya, insyaallah tidak akan ada istilahnya kebocoran. Karena kami tidak terima soal-soal, ketika waktu tesnya sudah kita jadwalkan itu, mereka akan bawa soalnya,” bebernya.

Nantinya hasil penetapan itu, 10 besar untuk selanjutnya diusulkan kepada Baznas Pusat untuk tahapan wawancara dan penetapan lima besar. Selapas itu, para komisioner itu akan kembali diwawancara Wakil Bupati Lobar Hj. Nurul Adha, serta menentukan unsur pimpinan Baznas sesuai kesepakatan para anggota Komisioner.

“ Nah, di situ baru ditentukan sesuai dengan nilainya dan tentunya kesepakatan bersama antara lima besar,” jelasnya.

Pihaknya pun berharap tahapan proses seleksi terbuka Baznas Lobar ini bisa segera usai sebelum berakhirnya masa jabatan Komisioner Baznas Lobar periode 2022-2026 pada 26 November 2026 mendatang. Sebab pihaknya untuk tahapan tes wawancara dengan Baznas pusat memerlukan waktu luang dari para komisioner pusat.

“Jadi tanggal 3 November kita serahkan ke pusat (10 besar). Nah, sampai tanggal 24 November,” pungkasnya. (her)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN














VIDEO