BerandaNTBLOMBOK TENGAHPimpin Upacara Bendera di SMAN 4 Praya, Kapolresta Loteng Ingatkan Bahaya Narkoba...

Pimpin Upacara Bendera di SMAN 4 Praya, Kapolresta Loteng Ingatkan Bahaya Narkoba dan Perundungan


Praya (Suara NTB) – Kapolresta Lombok Tengah (Loteng) Kombes Pol. Hariyanto, S.H., S.I.K., Senin (19/10), turun langsung menjadi pembina upacara bendera hari Senin di SMAN 4 Praya. Kesempatan itu dimanfaatkan untuk memberikan edukasi kepada seluruh siswa.


Kapolresta Loteng pun mengajak para siswa untuk menjauhi penyalahgunaan narkoba, perundungan atau bullying hingga tindakan kenakalan remaja lainnya. Mengingat, dampak buruk yang begitu masif dari tindakan negatif tersebut.
Kehadiran itu sendiri merupakan bagian dari upaya jajaran Polresta Loteng dalam membangun komunikasi dengan kalangan pelajar di daerah ini.

Sekaligus memperkuat edukasi terkait keamanan, ketertiban dan pembentukan karakter generasi muda. Melalui kegiatan tersebut diharapkan para pelajar dapat menjadi generasi yang berprestasi, berkarakter serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan daerah ini.


Di hadapan guru dan siswa SMAN 4 Praya, Kombes Pol. Hariyanto mengatakan, sebagai generasi penerus bangsa para siswa hendaknya mengisi waktunya dengan melakukan kegiata-kegiatan yang positif. Meningkatkan semangat belajar, disiplin serta menjauhi berbagai perilaku yang dapat merusak masa depan.
“Terutama penyalahgunaan narkoba, perundungan (bullying), tawuran dan kenakalan remaja,” sebutnya.


Menurutnya, masa sekolah merupakan kesempatan yang baik untuk terus belajar, mengembangkan potensi dan meraih cita-cita. Tidak justru malah terpengaruh untuk melakukan hal-hal negatif yang justru bisa merusak masa depan siswa. Karena kesuksesan dimasa depan tidak diraih dengan cara instan. Dibutuhkan kerja keras disertai kemauan untuk terus belajar dan disiplin tinggi.


“Kesuksesan di masa depan itu tidak datang secara instan. Dibutuhkan disiplin tinggi yang dibarengi dengan kerja keras dan kemauan untuk terus belajar,” tegasnya.


Ia menambahkan, para siswa juga harus berani bermimpi dan tidak takut menghadapi tantangan.


Pada kesempatan yang sama Kapolresta Loteng juga mengingatkan kepada siswa dan guru akan pentingnya bermedia sosial secara bijak. Bijak dalam artinya tidak mudah menyebarkan informasi yang belum tentu kebenaraannya. Termasuk menghindari konten yang dapat menimbulkan masalah hukum maupun merugikan orang lain. “Mari bijak bermedia social,” ajaknya. (kir)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN














VIDEO