BerandaNTBKOTA BIMABudaya Wawo Dibidik Masuk Paket Wisata

Budaya Wawo Dibidik Masuk Paket Wisata

Bima (Suara NTB) –Dinas Pariwisata Kabupaten Bima mendorong Desa Maria dan Kecamatan Wawo masuk dalam paket perjalanan wisata yang ditawarkan agen perjalanan dari Lombok, Bali, dan daerah lain. Kekayaan budaya, mulai dari Uma Lengge, tradisi leluhur hingga kesenian lokal, menjadi modal untuk memperluas promosi wisata sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bima, Muhamad Akbar, mengatakan kekayaan budaya Wawo memiliki potensi untuk menarik wisatawan nusantara maupun mancanegara. Potensi tersebut perlu diperkenalkan lebih luas agar menjadi salah satu daya tarik wisata di Kabupaten Bima.

“Kekayaan budaya seperti Uma Lengge, tradisi masyarakat, dan berbagai kesenian lokal memiliki potensi besar untuk menjadi daya tarik wisata yang mampu mendatangkan wisatawan nusantara maupun mancanegara,” katanya, Selasa (27/10).

Menurutnya, perluasan promosi membutuhkan sinergi dengan agen perjalanan wisata dari berbagai daerah. Dengan demikian, Desa Maria dan Kecamatan Wawo dapat menjangkau pasar wisata yang lebih luas melalui paket perjalanan yang ditawarkan kepada wisatawan.

Upaya promosi budaya tersebut juga diharapkan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pengrajin, serta pelaku usaha lokal. Kehadiran wisatawan berpotensi memperluas pemasaran produk dan menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar kawasan wisata.

“Kehadiran wisatawan diharapkan turut memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, terutama pelaku UMKM, pengrajin, dan pelaku usaha lokal,” harapnya.

Promosi budaya Wawo turut berkaitan dengan gagasan Wawo Mantoi, yang mengajak para perantau asal Wawo pulang ke kampung halaman secara bersamaan. Waktu pelaksanaannya dapat disesuaikan dengan momentum libur besar, seperti Idulfitri atau Iduladha, sehingga menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan masyarakat dengan para perantau sekaligus menghidupkan kegiatan budaya di kampung halaman.

“Gagasan ‘Wawo Mantoi’ menjadi ajakan untuk membangun kebersamaan dengan mendorong para perantau pulang ke kampung halaman secara bersamaan, melalui penyesuaian waktu penyelenggaraan dengan momentum libur besar, seperti Idulfitri atau Iduladha,” ucapnya.

Potensi budaya tersebut kembali diperkenalkan melalui Festival Uma Lengge di Desa Maria yang berlangsung pada 25 hingga 27 Oktober 2026. Festival yang berakhir Selasa ini menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari dialog budaya, kelas seni, pentas seni, napak tilas Ncuhi Maria, penghijauan, hingga tradisi lokal seperti Tutu Menta, Numpu Karodo, Kango Karedo, Doa Dana, dan upacara Ampa Fare.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan tradisi masyarakat Maria kepada generasi muda dan pengunjung. Keberadaan festival juga memperlihatkan beragam potensi budaya yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata, sejalan dengan rencana Dinas Pariwisata Kabupaten Bima memperluas promosi Desa Maria dan Kecamatan Wawo melalui paket perjalanan wisata. (hir)


IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN
















VIDEO