BerandaNTBLOMBOK TENGAH87 Desa di Loteng Gelar Pilkades

87 Desa di Loteng Gelar Pilkades

Praya (Suara NTB) – Sebanyak 87 desa di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), akan menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) secara serentak, Kamis (29/10/2026). Sebanyak 1.112 personel pengamanan gabungan dari kepolisian, TNI dan pemerintah daerah siap diterjunkan untuk mengawal dan mengamankan proses pemungutan suara.

Seluruh personel gabungan tersebut, mulai digerakkan untuk melakukan pengamanan, sejak Rabu (28/10/2026). “Personel pengamanan akan bertugas selama tiga hari. Mulai tanggal 28 hingga 30 Oktober 2026,” sebut Kapolresta Loteng, Kombes Pol. Hariyanto, S.H.,S.I.K., saat apel persiapan pengamanan Pilkades serentak di halaman Mapolres Loteng, Rabu (28/10/2026) pagi.

Ia mengatakan, personel gabungan yang diterjunkan terdiri dari 590 personel Polresta Loteng, 200 personel TNI, dan 320 personel Sat Pol PP Loteng. Ada juga tambahan 90 personel BKO Satbrimob Polda NTB, serta 12 personel Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Loteng.

Kehadiran personel gabungan tersebut disiapkan untuk memastikan seluruh tahapan pemungutan suara Pilkades Serentak tahun ini di Loteng berjalan aman, tertib dan kondusif.

Pengamanan pemungutan suara sendiri akan dilakukan di 1.014 tempat pemungutan suara (TPS). Pihaknya pun sudah melakukan pemetaan TPS-TPS yang ada berdasarkan tingkat risiko dan kerawanannya. Didasarkan pada riwayat konflik Pilkades sebelumnya, potensi intimidasi, praktik politik uang maupun kondisi geografis yang relatif sulit dijangkau.

Hasilnya, ada sekitar 36 TPS yang masuk kategori rawan. Sisanya sebanyak 978 TPS dinyatakan masuk kategori aman. “Kalau TPS dengan kategori sangat rawan dari hasil pemetaan dinyatakan nihil alias tidak ada,” sebutnya.

Kategori kerawanan TPS tersebut menentukan pola pengamanan yang akan dilakukan oleh pihaknya. Di mana untuk TPS kategori aman, nanti akan dikawasan dua personel kepolisian untuk empat hingga enam TPS sekaligus. Dibantu petugas perlindungan masyarakat (Linmas) di masing-masing TPS. Sedangkan untuk TPS kategori rawan mendapatkan pengamanan lebih ketat dengan rasio dua personel Polri untuk dua TPS.

“Adapun untuk pengamanan TPS kategori sangat rawan, jika kemudian ada ditemukan dirancang dengan rasio dua personel Polri untuk satu TPS dan dapat diperkuat personel TNI atau Brimob sesuai kebutuhan,” imbuh Hariyanto.

Agar proses pengamanan bisa berjalan efektif, Polresta Loteng telah membagi wilayah pengamanan ke dalam empat rayon. Penempatan personel dan pasukan penguatan sesuai karakteristik wilayah masing-masing. Masing-masing rayon juga didukung dua perwira pengendali (Padal) yang ditempatkan di setiap polsek untuk memastikan koordinasi, pengawasan dan kesiapan personel bisa berjalan secara optimal. (kir)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN












VIDEO