Taliwang (Suara NTB) – Kelangkaan semen mulai dirasakan di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Hasil pemantauan lapangan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) menemukan sebagian besar toko bangunan kehabisan stok dan belum mendapat kepastian pasokan dari distributor. Hal ini mengakibatkan harga semen mencapai Rp100 ribu per sak.
Kepala Dinas Koperindag KSB, Suryaman mengatakan, pihaknya telah beberapa kali turun lapangan melakukan pemantauan ketersediaan stok semen di sejumlah distributor maupun toko bangunan. Hasilnya, nyaris seluruh toko bangunan tidak memiliki stok semen sejak 2 pekan terakhir.
“Pemantauan terbaru kami hari Rabu kemarin dan semua toko bangunan menyampaikan stok mereka masih kosong. Mereka juga belum ada kepastian pasokan dari distributor,” ungkap Suryaman, Kamis (29/10).
Ia mengakui sejumlah toko memiliki ketersediaan semen, tetapi tidak dalam jumlah banyak dan tidak mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. “Paling hanya 10 sak. Kadang mereka tidak mau lepas sembarang dengan alasan sudah ada yang order,” ungkapnya.
Suryaman menyebut, pasokan semen yang datang beberapa waktu terakhir ini berasal dari Lombok melalui pedagang perorangan bukan distributor resmi. “Mereka belinya per orang bukan langsung order dari distributor untuk semen yang ada sekarang ini,” sebutnya.
Keterbatasan stok turut diikuti kenaikan harga jual. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pemilik toko, harga semen di Kota Taliwang berkisar Rp90.000 -Rp100.000 per sak. Semen merek Tiga Roda tercatat dijual dengan harga tertinggi, yakni Rp100.000 per sak.
“Ada sebenarnya toko menurut petugas kami punya banyak stok. Tapi untuk kebutuhan sendiri sehingga tidak dijual oleh pemilik toko,” papar Suryaman.
Mantan Kabag Prokopim KSB ini menambahkan, pasokan semen diperkirakan baru akan kembali normal pada awal November. Meski demikian, kepastian waktu kedatangan dan jumlah pasokan masih menunggu informasi lebih lanjut dari distributor.
Pihaknya akan terus memantau perkembangan ketersediaan dan harga semen di tingkat toko. Kepastian distribusi menjadi hal penting untuk memastikan kebutuhan masyarakat terhadap bahan bangunan tersebut, dapat terpenuhi dan harga jual kembali lebih terkendali.
“Kami hanya bisa memantau saja karena semen memang dijual secara bebas sehingga harganya mengikuti mekanisme pasar sepenuhnya,” imbuhnya.(bug)



