BerandaNTBLOMBOK BARATHasil Produksi Berlimpah, DKPKP Dorong PDAM Beli Garam Petani di Cendimanik Sekotong

Hasil Produksi Berlimpah, DKPKP Dorong PDAM Beli Garam Petani di Cendimanik Sekotong

Giri Menang (Suara NTB) – Di tengah berlimpahnya produksi petani garam Desa Cendimanik, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat (Lobar) tahun 2026 ini, timbul kekhawatiran rendahnya serapan garam. Pasalnya, PT Air Minum Giri Menang (PT AMGM) yang menjadi salah satu penyerap yang  terbesar garam Sekotong itu, tak lagi banyak mengambil hasil panen Garam tersebut dalam partai besar. Penyerapannya turun menjadi hanya 5 ton per tahun, dibanding tahun lalu 25 ton.

Kepala Dinas Kelautan, Perikanan dan Ketahanan Pangan (DKPKP) Lobar, H. Afgan Kusumanegara yang dikonfirmasi terkait kondisi itu tidak mempukiri kini serapan garam Sekotong terbilang tidak besar. Garam yang bisanya dipergunakan banyak oleh perusahaan air minum daerah itu untuk pemurnian air kini tak banyak diserap seperti tahun tahun sebelumnya.

“Menurut pengakuan dari ketua kelompok koperasi itu, setiapr tahun sejak 2023 terserap oleh PDAM (PTAM Giri Menang) sampai 25 ton per tahun. Nah, tapi sekarang sejak tahun 2026 itu kendur, menurun cuma 5 ton,” terang Afgan, kemarin.

Kondisi itu diakui Afgan membuat serapan garam petani tambak ke koperasi setempat menjadi rendah. Banyaknya hasil panen Garam itu kini hanya mengendap di gudang. Meskipun sebagian dijual di pasar, namun bersaingnya dengan garam berbagai daerah yang masuk.

“Kan jadinya banyak tersisa garam-garam yang tidak keluar.Nah, ini kan berimbas ke daya serap koperasi ke para petani-petani tambak itu,” ucapnya.

Pihaknya belum mengetahui pasti alasan pihak PT AMGM mengurangi penggunaan garam Sekotong untuk pemurnian air. Hanya saja informasi yang pihaknya terima dari pihak koperasi garam tersebut, perusahaan air daerah itu memilih mengunakan bahan alternatif lain.

Meski demikian pihaknya berharap perusahaan daerah itu kembali mengunakan garam Sekotong untuk pemurnian air. Sehingga membantu penyerapan hasil pertanian daerah.

“Kita harapkan seperti dululah, 25 ton. Agar Petani untung juga,” ucapnya.

Menurutnya, kondisi saat ini hasil panen Garam tambak cukup melimpah. Hal ini dikarekanan kondisi cuaca yang sangat mendukung. Pihaknya juga menilai kualitas garam Sekotong tidakD kalah dengan garam yang ada dipasaran. Sehingga sangat cocok untuk pemurnian air PDAM, karena terbuat dari bahan alami.

“Lebih bagus kan pakai garam, supaya dia alami, iya dan juga bisa memberdayakan petani kita. Apalagi sekarang sedang banyak-banyaknya produksi garam ini. Jadi, kita berharap supaya diserap barang itu,” pungkasnya. (her)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN












VIDEO