Mataram (Suara NTB) – Wali Kota Mataram, Dr. H. Mohan Roliskana meminta lapak pedagang kaki lima (PKL) di Udayana dibongkar. Lapak ini dinilai terkesan kumuh sehingga perlu dilakukan penataan di kawasan jantung kota tersebut. “Lapak yang tidak dipakai saya minta ditertibkan,” tegas Wali Kota ditemui, Selasa (3/11).
Pembongkaran lapak ini guna memastikan bahwa tidak ada alih fungsi terhadap sarana yang disiapkan pemerintah. Lapak dibangun untuk aktivitas usaha atau ekonomi bukan untuk tempat tinggal. Orang nomor satu di Kota Mataram menegaskan, jumlah pedagang yang menjalani aktivitas usaha juga akan dibatasi,sehingga kawasan Udayana terlihat rapi dan tertata dengan baik. “Nanti saya akan minta semuan ASN bergotong royong untuk menertibkan lapak PKL ini,” jelasnya.
Wali Kota dua periode menambahkan, kawasan Taman Udayana ini perlu diberikan perhatian serius oleh pemerintah. Pasalnya, Udayana sebagai salah satu jantung atau pusat aktivitas masyarakat sehingga harus terkelola dengan baik.
Pengawasan Taman Udayana diakui, belum optimal dilakukan sehingga pos pengamanan perlu diaktivasi kembali. “Sebenarnya Pol PP rutin melakukan pengawasan tetapi tidak secara keseluruhan,” katanya.
Oleh karena itu, penertiban di Taman Udayana difokuskan untuk menata kembali lapak PKL. Wali Kota menambahkan kawasan Udayana akan kembali direvitalisasi di tahun 2027. Anggaran telah disiapkan untuk pembangunan lapak agar lebih terbuka serta tidak terkesan kumuh. “Kita akan tata kembali kawasan Udayana supaya terlihat lebih tertata kembali,” demikian kata Wali Kota.
Penataan Taman Udayana diharapkan tidak menjadi lokasi kumpul anak-anak muda untuk kegiatan negative. Pengawasan akan lebih diperketat dengan harapan taman udayana benar-benar menjadi epicentrum masyarakat. (cem)



