Mataram (Suara NTB) – Duta Besar Australia untuk Indonesia, Roderick Bruce Brazier, menyampaikan kekagumannya terhadap potensi besar yang dimiliki Nusa Tenggara Barat (NTB) sekaligus menegaskan komitmen kuat pemerintah Australia untuk terus mempererat kemitraan strategis yang telah terjalin lama.
Komitmen tersebut disampaikan Dubes Roderick saat melakukan kunjungan kehormatan (courtesy call) dengan Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, di Kantor Gubernur NTB, Mataram, Selasa (3/11).
“Kita adalah tetangga dekat. Kami melihat peluang besar untuk memperdalam kemitraan ini, tidak hanya dalam aspek ekonomi dan pariwisata, tetapi juga melalui investasi jangka panjang pada sumber daya manusia dan pendidikan,” ujar Roderick.
Pihaknya juga menyoroti urgensi kolaborasi dalam kerangka pembangunan berkelanjutan, mengingat Provinsi NTB saat ini menjadi kawasan yang sangat dinamis dengan pertumbuhan sektor pariwisata dan pertanian yang kian pesat.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menyambut baik kunjungan kerja sekaligus tawaran penguatan kerja sama dari pihak Australia. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTB membuka pintu seluas-luasnya bagi kolaborasi internasional yang memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya melalui transfer pengetahuan dan perluasan akses pendidikan tinggi bagi generasi muda Bumi Gora.
“Australia dan NTB memang sudah punya fondasi hubungan yang kuat, khususnya pada universitas di NTB. Banyak dosen dan guru besar menyelesaikan pendidikan mereka di universitas-universitas di Australia,” ungkap Gubernur.
Senada dengan Gubernur, Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, yang turut mendampingi jalannya pertemuan, menyampaikan bahwa berbagai program kemitraan pembangunan yang diinisiasi oleh pemerintah Australia telah dirasakan manfaatnya secara nyata hingga tingkat kabupaten/kota di NTB.
“Program seperti Inovasi dan Kompak memberikan dampak yang nyata. Khususnya di Kabupaten Bima. Kami dulu di Kabupaten Bima banyak dibantu, Alhamdulillah,” terang Wagub Indah mengapresiasi.
Pengembangan Pariwisata Berkualitas dan Proyeksi Konektivitas Penerbangan
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur turut memaparkan terobosan kerja sama regional antara Provinsi Bali, NTB, and Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia menekankan bahwa ketiga wilayah kini sepakat untuk meninggalkan pola persaingan tidak sehat dan beralih pada paradigma kolaborasi terintegrasi.
“Kami membangun paradigma hubungan baru dengan Bali dan Nusa Tenggara Timur. Kerja sama ini merupakan miniatur Indonesia yang bersatu dalam keharmonisan,” jelas Gubernur.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sektor pariwisata menjadi salah satu pilar utama yang digarap bersama. Di tingkat regional NTB sendiri, arah kebijakan pariwisata kini telah bergeser dari orientasi kuantitas menuju kualitas kunjungan, demi memastikan sektor pariwisata memberikan multiplier effect yang besar dan berkelanjutan bagi perekonomian masyarakat lokal.
“Kami tidak fokus lagi pada kuantitas, tetapi kualitas. Agar pariwisata memberikan dampak yang nyata dan besar pada masyarakat,” tegasnya.
Sebagai langkah konkret untuk mendukung mobilitas dan pariwisata, Gubernur memaparkan rencana penjajakan pembukaan rute penerbangan langsung dari Australia ke Lombok melalui maskapai TransNusa. Mengingat tingginya volume perjalanan warga dari kawasan timur Indonesia—termasuk NTT—menuju Australia, NTB diproyeksikan dapat bertindak sebagai hub regional yang strategis.
Rencana tersebut disambut baik oleh Dubes Australia, yang sebelumnya juga menyatakan keinginan serupa untuk memperbanyak rute penerbangan langsung ke berbagai wilayah di Indonesia.
Kendati demikian, Dubes Roderick mengingatkan pentingnya kesiapan armada dan kapasitas penumpang yang memadai agar rute penerbangan tersebut dapat beroperasi secara konsisten dan berkelanjutan, berkaca dari pengalaman rute sebelumnya yang kerap terkendala kapasitas pesawat. (r/ham)



