BerandaNTBLOMBOK TENGAHPeralihan Musim, Waspadai Penyakit ISPA dan Demam Berdarah

Peralihan Musim, Waspadai Penyakit ISPA dan Demam Berdarah

Praya (Suara NTB) – Musim kemarau di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) diprediksik akan segera berakhir dan berganti dengan musim penghujan. Peralihan musim tersebut biasanya dibarengi dengan meningkatkan potensi penyebaran penyakit. Terutama penyakit yang berbasis lingkungan. Seperti diare, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) serta demam berdarah.

Untuk itu, masyarakat di Loteng pun diminta agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit-penyakit berbasis lingkungan tersebut. Dengan meningkatkan daya tahan tubuh serta menjadi kebersihan lingkungan dan makanan yang dikonsumsi.

“Jangan menunggu sampai kita atau anggota keluarga kita yang sakit atau menunggu terjadi peningkatan kasus penyakit. Saat memasuki musim penghujan seperti sekarang ini justru langkah pencegahan penting dilakukan sejak dini. Dimulai dari lingkungan rumah dan keluarga masing-masing,” sebut Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Loteng dr. Mamang Bagiansah, Sp.PD., dalam keterangan, Senin (2/11/2026).

Ia menjelaskan, curah hujan yang tinggi di awal musim penghujan berpotensi menimbulkan genangan air, banjir hingga lingkungan yang lembap. Kondisi tersebut bisa mengganggu kualitas air bersih dan sanitasi, sehingga bisa meningkatkan risiko penularan sejumlah penyakit.

Di antaranya, demam berdarah, diare, leptospirosis (penyakit akibat bakteri yang ditularkan melalui urine tikus), ISPA, penyakit kulit, serta berbagai penyakit berbasis lingkungan lainnya.

“Penyakit-penyakit tersebut bisa diantisipasi melalui langkah pencegahan diri. Dan, dalam hal ini tanggung jawab tidak hanya ada pada pemerintah. Tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat di daerah ini,” jelasnya.

Caranya, lakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara berkala untuk mencegah demam berdarah.  Kemudian biasanya menggunakan air yang memenuhi syarat kesehatan untuk minum dan memasak. Biasakan mencuci tangan menggunakan sabun, terutama sebelum makan dan mengolah makanan serta setelah beraktifitas di toilet.

Tidak kalah penting hindari mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi air banjir atau genangan yang berpotensi tercemar urine tikus. Konsumsilah makanan bergizi dan seimbang. Beristirahat cukup serta aktif melakukan aktivitas fisik sesuai kondisi.

“Tidak kalah penting juga ketika mengalami gangguan kesehatan, segera datang ke fasilitas kesehatan terdekat. Untuk mendapat penanganan medis yang tepat. Jangan melakukan pengobatan sendiri secara berlebihan dan menghindari penggunaan antibiotik tanpa indikasi serta resep tenaga medis,” ujar mantan Direktur RSUD Praya ini. (kir)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN












VIDEO