BerandaEKONOMILima Tahun Terakhir, Tren Peningkatan IPM Berlangsung Konsisten

Lima Tahun Terakhir, Tren Peningkatan IPM Berlangsung Konsisten

Mataram (Suara NTB) – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) NTB tahun 2026 mencapai 74,73 atau meningkat 0,76 poin (1,03 persen) dibandingkan tahun 2025 yang sebesar 73,97.

Peningkatan tersebut ditopang perbaikan pada seluruh dimensi pembentuk IPM, yakni umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, serta standar hidup layak.

Kepala BPS NTB, Dr. H. Wahyudin, mengatakan tren peningkatan IPM NTB berlangsung konsisten dalam lima tahun terakhir. Sepanjang 2022-2026, IPM NTB rata-rata tumbuh 1,07 persen setiap tahun.

“Peningkatan IPM tahun 2026 terjadi pada seluruh dimensi, baik umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, maupun standar hidup layak,” ujarnya, Kamis (5/11).

Pada dimensi kesehatan, umur harapan hidup saat lahir penduduk NTB mencapai 72,81 tahun. Angka ini meningkat 0,21 tahun dibandingkan tahun sebelumnya. Artinya, bayi yang lahir pada 2026 memiliki peluang hidup lebih panjang dibandingkan bayi yang lahir pada 2025.

Perbaikan juga terlihat pada dimensi pendidikan. Harapan Lama Sekolah (HLS) meningkat dari 13,99 tahun menjadi 14 tahun. Sementara Rata-rata Lama Sekolah (RLS) penduduk berusia 25 tahun ke atas naik dari 8,21 tahun menjadi 8,51 tahun atau bertambah 0,30 tahun.

Kenaikan RLS menjadi salah satu perkembangan penting dalam capaian IPM NTB. Indikator ini menggambarkan peningkatan rata-rata lama pendidikan formal yang telah ditempuh penduduk dewasa.

Sementara itu, pada dimensi standar hidup layak, pengeluaran riil per kapita per tahun yang disesuaikan mencapai Rp12,268 juta. Nilainya meningkat sekitar Rp346 ribu atau 2,90 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Peningkatan pengeluaran riil tersebut menunjukkan adanya perbaikan kemampuan ekonomi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup, yang turut mendorong peningkatan kualitas pembangunan manusia.

Berdasarkan capaian kabupaten/kota, Kota Mataram mencatat IPM tertinggi di NTB pada 2026, yakni 83,06 atau meningkat 0,69 poin dibandingkan tahun sebelumnya. Disusul Kota Bima sebesar 80,28 atau naik 0,87 poin.

Kedua daerah tersebut telah masuk kategori IPM sangat tinggi, yakni 80 ke atas.

Sementara itu, delapan kabupaten lainnya berada dalam kategori IPM tinggi. Kabupaten Sumbawa mencatat 73,89, Lombok Timur 73,02, Bima 72,85, Lombok Tengah 72,86, Dompu 74,52, Lombok Barat 74,47, Sumbawa Barat 77,28, dan Lombok Utara 70,26. Kabupaten Lombok Utara menjadi daerah dengan IPM terendah, meskipun mengalami peningkatan 0,63 poin dibandingkan tahun sebelumnya.

Kendati pembangunan manusia di NTB terus bergerak positif. Namun, kesenjangan capaian antardaerah masih menjadi pekerjaan rumah, terutama dalam mempercepat peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat di daerah dengan IPM relatif rendah.(bul)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN












VIDEO