Mataram (Suara NTB) – Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal meluncurkan DIGIHub, satu portal yang mengintegrasikan berbagai aplikasi di lingkup Pemprov NTB di Mataram, Senin (8/12). Portal ini merupakan bentuk konsistensi Pemprov NTB melalui Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi NTB melaksanakan Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik(SPBE) dalam mewujudkan program unggulan NTB Makmur Mendunia.
Hadir pada peluncuran ini, Kepala Diskominfotik NTB H. Yusron Hadi, ST., MUM., Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi NTB Ervan Anwar, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Samsudin, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda NTB drh. Khaerul Akbar, dan pejabat lainnya.
Dalam sambutannya, Gubernur menjelaskan jika sebuah portal atau aplikasi bukanlah sesuatu yang sulit, dan bisa dikerjakan oleh ahli IT sesuai permintaan. Namun, sebuah portal atau aplikasi butuh konsep dan sistem kerja yang tidak semua pihak bisa melakukannya.
DIGIHub Diharapkan Percepat Pelayanan Digita
Diakuinya, salah satu program unggulan Pemprov NTB adalah percepatan transformasi digital. Untuk itu, pihaknya berharap melalui Dinas Kominfotik NTB visinya tentang transformasi digital ini bisa dilaksanakan.
‘’Konsepnya masih kita cari formatnya, karena saya sadar itu pekerjaan yang kompleks. Dalam menyusun konsep perlu riset yang mendalam, suatu aplikasi yang utama adalah memiliki sistem manajerial yang kompleks, dan holistik,’’ terangnya.
Gubernur NTB juga mengharapkan NTB DIGIHub ini bukan saja sebuah portal, tetapi percepatan pelayanan digital yang terintegrasi dan transparan. Apalagi, ujarnya, digitalisasi membuatnya sistem menjadi lebih mudah. Digitalisasi tidak membuat barang jelek menjadi bagus, sebaliknya barang bagus dengan sistem yang bagus, maka akan lebih cepat dan sederhana.
Gubernur juga mengingatkan agar tidak terlalu mengharapkan bisa memperbaiki yang buruk menjadi baik di dunia digital, apalagi ketika ada serangan cyber yang mengharuskan dunia digital perlu kewaspadaan.
Gubernur NTB Minta Aplikasi yang Dibuat Tidak Jadi Rongsokan
Pada bagian lain, Gubernur juga tidak menginginkan aplikasi atau portal yang dibuat akan menjadi barang rongsokan. Diakuinya, banyak aplikasi-aplikasi yang ada dan satu aplikasi membutuhkan anggaran pembuatan ratusan juta sekarang ini menjadi rongsokan.
‘’Ke depan kita lebih fokus menyusun konsep yang tepat, konsep yang benar dalam transformasi digital itu, supaya kita tidak kontribusi menambahkan aplikasi rongsokan,’’ ujarnya mengingatkan.
Gubernur menyebut dari data yang dikumpulkan di lapangan ada 200 lebih aplikasi di Provinsi NTB yang sebagian besar sudah tidak terpakai lagi, padahal para pembuat tahu aplikasi yang akan dibuat akan menjadi rongsokan. Untuk itu, ujarnya, ketika meluncurkan aplikasi harus ada strukturnya, kemudian kelembagaan, termasuk anggaran untuk memastikan aplikasi itu terus terupdate dan tidak menjadi aplikasi rongsokan.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kominfotik NTB, H. Yusron Hadi menjelaskan portal layanan daerah terintegrasi NTB DIGIHub merupakan portal layanan digital satu pintu. Portal ini mengintegrasikan berbagai layanan publik dan layanan pemerintah provinsi NTB dalam satu platform. DIGIHub ini, tambahnya, memberikan kemudahan akses layanan dalam satu portal dengan cepat, transparan dan terintegrasi.
“Dan rencana pada tahun 2026 akan mengintergasikan di tingkat kabupaten dan kota terutama pada lembaga pendidikan dan kesehatan,” tambahnya.
Dinas Komifotik NTB dengan DiGIHub-nya akan mengintegrasi di antaranya SPMB (Sistem pendaftaran murid). Lalu, informasi ketersedian bed dan dokter di RSUP, RSJ Mutiara Sukma, Rumah Sakit Mata, dan skrining kesehatan Jiwa. Kemudian, informasi kebencanaan, informasi lowongan kerja, kalender event, informasi pajak kendaraan bermotor, harga pangan harian, NTB Satu Data, dan lainnya. (ham)



