Mataram (suarantb.com) – Pemerintah pusat akan membangun Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat. Untuk membangun satu KNMP, pusat menganggarkan sedikitnya Rp20-22 miliar.
Demikian disampaikan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) NTB, Muslim, Selasa, 9 Desember 2025. Ia mengatakan, Poto Tano masuk dalam daftar tahap kedua untuk pembangunan KNMP di NTB.
“Tahap kedua itu rencananya ada di Bintaro Kota Mataram, ada di Dompu, Bima, terus KSB juga ada di Poto Tano,” ujarnya.
Saat ini, pembentukan KNMP tahap kedua di NTB masih dalam proses verifikasi persyaratan, seperti lahan, harus ada aktivitas ekonomi di desa sasaran, dan surah ada koperasi desa.
Muslim menjelaskan, Pemprov NTB akan membentuk 40 KMNP secara bertahap di tahun 2026. Namun hingga kini baru 31 desa yang telah terverifikasi. “Baru 31, ada beberapa lokasi yang dobel. Sehingga sekarang lagi proses verifikasi ini,” ucapnya.
NTB katanya, masih memiliki ruang untuk memperkuat berbagai usulan program strategis kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan. Terutama terkait pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih hingga tahun 2026.
Pemerintah pusat menargetkan terbentuknya 1.000 sampai 2.000 Kampung Nelayan Merah Putih hingga tahun 2026. NTB diharapkan dapat memperoleh sedikitnya 40 lokasi pada tahun depan.
Asisten I Setda NTB, Drs.H.Fathurrahman, M.Si menambahkan, program Kampung Nelayan Merah Putih menyediakan fasilitas penunjang, seperti cold storage, stasiun tambat, dan koperasi. Ia juga menyoroti perlunya kepastian lahan, penerimaan masyarakat, dan pelibatan koperasi lokal.
“Ini penting dalam pengelolaan fasilitas untuk mendukung skema pendanaan bagi para nelayan,” ujarnya.
Berdasarkan data Dislutkan NTB menyebut berbagai perkembangan sektor kelautan dan perikanan. Termasuk penetapan 11 kawasan strategis provinsi dan pembukaan kawasan konservasi baru. Ini berkontribusi hingga Rp7,8 triliun terhadap perekonomian nasional.
Pertumbuhan sektor kelautan dan perikanan diproyeksikan meningkat dari 2,56 persen pada 2023 menjadi 4,38 persen pada 2024. (era)


