Selong (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Pemkab Lotim) resmi melepas 101 kafilah yang akan berkompetisi pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2026. Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, memasang target tinggi agar kontingen Lotim mampu menembus posisi tiga besar.
Pelepasan berlangsung pada Ahad (7/6/2026) dan dihadiri seluruh peserta serta undangan. Dalam sambutannya, Bupati menyatakan kesiapan para kafilah sudah sangat matang setelah melalui pembinaan intensif.
“Insyaallah kesiapan para kafilah sudah betul-betul mantap. Tahun lalu kita di peringkat 7 dari 10 kabupaten/kota. Mudah-mudahan tahun ini kita masuk tiga besar,” ujar Bupati dengan optimisme.

Target tersebut dinilai selaras dengan kemajuan berbagai sektor menuju Lotim SMART (Sejahtera, Maju, Adil, Religius, Transparan). Harapan untuk menembus tiga besar diaminkan seluruh peserta dan undangan yang hadir.
Adapun 101 anggota kafilah terdiri atas 53 peserta, 15 pelatih, 3 petugas kesehatan, dan 15 official. Kontingen dipimpin oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Lotim, H. Ahyan.
Sebelum bertolak, para kafilah telah menjalani persiapan maksimal. Wakil Bupati Lotim H. Edwin Hadiwijaya saat membuka Pemusatan Pelatihan Kafilah MTQ Lotim beberapa hari lalu menjelaskan, bahwa faktor non-teknis seperti kenyamanan, kesehatan, dan kesiapan mental kafilah serta pelatih harus dipersiapkan sejak awal. Hal ini dinilai krusial untuk mendukung performa maksimal pada MTQ yang akan digelar di Lombok Tengah.
Wabup Edwin optimistis Lombok Timur mampu menembus posisi tiga besar. Keyakinan ini didasari oleh persiapan matang melalui training center tahap pertama, yang melibatkan pelatih berstatus juri tingkat provinsi.
“Insyaallah kalau teknis dari juri-juri tingkat provinsi kemudian di bawah bimbingan dari pelatih, kita mampu. Hal yang dulu-dulu memang kita belum sungguh-sungguh persiapan. Alhamdulillah kita sudah bisa berubah,” jelasnya.

Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Lombok Timur, H. Mohammad Juaini Taofik menyampaikan, bahwa pemusatan latihan dilakukan secara daring empat kali, dilanjutkan latihan luring dua tahap di Keruak dan Tetebatu. Untuk melatih mental, diadakan uji publik dan simulasi akhir di Kantor Bupati Lombok Timur. Para kafilah juga ditempatkan di penginapan bertaraf nasional demi kenyamanan dan optimalisasi prestasi.
Apresiasi disampaikan kepada LPTQ atas kerja keras pembinaan. Bupati juga berjanji menambahkan dana Rp1 miliar dari dana insentif daerah untuk mendukung penuh pelaksanaan MTQ.
Juaini Taofik yang juga Sekretaris Daerah Lombok Timur menegaskan, komitmen Pemda terhadap pengembangan generasi Qur’ani justru meningkat. Anggaran yang dialokasikan lebih besar, terutama untuk memberikan bonus terbaik bagi para juara.
“Ini bentuk keseriusan kami. Pemerintah memiliki komitmen kuat dalam mensyiarkan Al-Qur’an, sejalan dengan sila pertama Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa,” tegasnya.

Sekda juga mengingatkan bahwa Lombok Timur adalah kabupaten dengan jumlah penduduk terbesar sekaligus gudang talenta Qur’ani. Namun, indikator latihan yang baik di atas kertas belum menjamin posisi final jika tidak dibarengi mental bertanding yang konsisten.
“Jaga hati, jaga akhlak, jaga kondusivitas, dan yang paling penting jaga kekompakan demi membawa nama baik daerah. Teruslah berpikir positif dan bersangka baik (husnuzan),” pesan Sekda kepada seluruh kafilah. MTQ XXXI Tingkat Provinsi NTB akan berlangsung di Lombok Tengah mulai Selasa (8-16/6). Dengan persiapan matang dan dukungan penuh, masyarakat Lombok Timur berharap kontingennya mampu mengibarkan nama baik daerah dan meraih posisi tiga besar. (*)


