Senin, Maret 9, 2026

BerandaNTBSUMBAWASumbawa Alokasikan Rp1,65 Miliar Tangani Kemiskinan pada 2026

Sumbawa Alokasikan Rp1,65 Miliar Tangani Kemiskinan pada 2026

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pemkab Sumbawa mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,65 miliar tahun 2026 untuk program pengentasan kemiskinan. Anggaran akan difokuskan pada masyarakat yang berada di desil 1 dan 2 kemiskinan ekstrem.

“Jadi, pola program pengentasan kemiskinan yang kita lakukan nanti dengan menyasar 1.000 Kepala Keluarga (KK) yang berada dalam desil 1 dan 2 kemiskinan ekstrem,” kata Sekretaris Bappeda Sumbawa, Dwi Rahayu Ratih Wulandari, kepada wartawan, Selasa, 9 Desember 2025.

Dwi melanjutkan, pemerintah saat ini tengah membuat proyek percontohan atau pilot project untuk program tersebut. Program pilot project itu dilakukan bekerja sama dengan sejumlah universitas seperti UTS (Universitas Teknologi Sumbawa), Unsa (Universitas Samawa), dan Stikes.

“Jadi, kita akan berikan bantuan ke 500 KK yakni ayam, ikan, tanaman agroponik dan akan didampingi hingga panen. Begitu juga Stikes nanti menyasar 500 KK dengan membuat semacam penanaman tanaman herbal,” ucapnya.

Ia meyakinkan, fungsi pengemasan dan pendampingan baik Unsa, UTS, dan Stikes, itu akan didampingi sama Koperindag. Sementara Dinas Sosial (Disos) bertugas untuk memastikan data by name by address Desil 1 dan 2 itu tepat yang bekerja sama dengan Desa.

“Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi kalau dia mau nerima bantuan yakni harus punya halaman, tidak terlibat narkoba, tidak terlibat judi online (Judol) dan membuat surat pernyataan sanggup melaksanakan kegiatan ini,” ujarnya.

Luaran atau output dari pendampingan tersebut, lanjut Dwi, dalam empat bulan masyarakat ini minimal gizi dalam rumahnya terpenuhi. Jika gizi terpenuhi maka penerima program itu akan sehat, dan tidak gampang sakit, serta mengurangi pengeluaran.

“Apabila berlebih dia bisa jual dalam meningkatkan pendapatan rumah tangga miskin ini, sehingga bisa mempekerjakan orang untuk packing, untuk kurir dan membuka lapangan pekerjaan,” ucapnya.

Ia juga menambahkan, sasaran program pengentasan kemiskinan ini tidak seperti pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT). Melainkan dengan memberikan stimulan bagi para penerima dengan harapan mereka bisa bertahan dengan anggaran yang diberikan pemerintah.

“Besaran uang yang kita berikan sebesar Rp3 juta kepada masing-masing kepala keluarga (KK) dengan harapan dalam empat bulan sudah menghasilkan dalam menurunkan angka kemiskinan,” tukasnya. (ils)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO