Mataram (suarantb.com) – Pemprov NTB optimis proyek perbaikan jalan Lenangguar-Lunyuk yang menelan anggaran hingga Rp20 miliar rampung di tahun ini. Hingga saat ini, progres perbaikan jalan di Kabupaten Sumbawa itu sudah mencapai 70 persen.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB, Sadimin mengatakan meski sempat mengalami sejumlah kendala, kini sudah bisa teratasi. Seperti di beberapa titik sedimen tanah mengalami pergerakan, hujan yang berakibat longsor, hingga tidak bisa melakukan pengeboran.
Meski begitu, di satu titik perbaikan yaitu titik satu, kontraktor masih kewalahan karena sedimen tanah yang terus bergerak menyebabkan sulit melakukan pengeboran.
“Persiapannya kan yang lama, setelah persiapan ya sekarang sudah lancar, cuman yang di titik satu itu kemarin mau diselesaikan, begitu dibor, kemudian dimasukkan besi belum sampai dicor, tanah itu sudah bergerak lagi,” ujarnya, Kamis, 11 Desember 2025.
Menurutnya, selama tanah di titik tersebut terus bergerak, kontraktor tidak berani melakukan pengeboran. Hal ini karena jika dipaksakan, perbaikan jalan tidak akan maksimal.
“Seperti timbunanlah, nimbun hasil bor-boran itu. Khawatirnya kalau campur tanah kan nanti kualitas jalannya enggak bagus,” katanya.
Sementara menunggu pergerakan tanah di titik satu itu terhenti, kontraktor lanjut Sadimin melakukan pembersihan dan merapikan lokasi tersebut.
“Jadi diselesaikan dulu pembersihannya, dirapikan baru nanti dilanjutkan. Masih ada yang di situ ada 16 titik, yang titik 190 itu sudah 70 persen lebih lah yang dibor,” jelasnya.
Tiga Proyek Fisik akan Diresmikan Saat HUT NTB Ke-67
Dinas PUPR NTB juga membangun sejumlah proyek lain, seperti yang rehabilitasi irigasi, dan perbaikan jalan Tanjung Geres – Pohgading, dan Simpang Tano – Seteluk. Seluruh proyek itu dipastikan bisa tuntas tahun ini, dapat diresmikan saat Ulang Tahun NTB ke-67 pada 17 Desember 2025 nanti.
“Bahkan kami yakin untuk paket, tiga paket irigasi itu bisa diresmikan pada tanggal 17 Desember,” ucapnya.
Ketiga proyek irgasi tersebut terletak di Maronggek di Lombok Timur, Santong di Lombok Utara, dan Kandindi di Dompu. Total anggaran untuk ketiga proyek tersebut senilai Rp13,5 miliar. Proyek itu dibangun untuk mendukung ketahanan pangan yang menjadi salah satu program pemerintah pusat.
Sementara, progres proyek jalan, yaitu jalan Tanjung Geres – Pohgading sepanjang 4 kilometer yang menelan anggaran hingga Rp28 miliar itu dikatakan sudah mencapai 95 persen. Dan proyek jalan Simpang Tano – Seteluk dengan anggaran Rp32 miliar progres pengerjaannya telah mencapai 96 persen.
Kendati akan diresmikan serentak pada 17 Desember nanti, Mantan Kepala Dinas Perkim itu memastikan dua proyek jalan itu tidak benar-benar tuntas pada HUT NTB tersebut.
“Tapi belum selesai total yang 17 Desember. Tapi yang pasti tuntas tahun ini. Masih ada pekerjaan-pekerjaan kecil untuk finishing,” pungkasnya. (era)


