spot_img
Kamis, Januari 29, 2026
spot_img
BerandaADVERTORIALBaznas RI Apresiasi Langkah Bupati Lotim, Rumah Sehat Baznas Lotim Jadi “Pilot...

Baznas RI Apresiasi Langkah Bupati Lotim, Rumah Sehat Baznas Lotim Jadi “Pilot Project” Nasional

Selong (suarantb.com) – Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI, Prof. Dr. KH. Noor Ahmad, memberikan apresiasi tinggi kepada Bupati Lombok Timur (Lotim), H. Haerul Warisin, atas komitmen dan perjuangannya dalam penguatan peran Baznas di daerah. Secara khusus, Ketua Baznas RI ini datang berkunjung ke Lotim Kamis, 11 Desember 2025, sekaligus melakukan survei rumah sakit yang akan dijadikan Rumah Sehat Baznas.

Rumah sakit yang dulu dibangun dari dana  zakat masyarakat Lotim ini dipastikan menjadi pilot project nasional dalam pengembangan layanan kesehatan kepada masyarakat kurang mampu.

Prof. Noor Ahmad mengungkapkan bahwa Bupati Haerul Warisin merupakan sosok yang konsisten memperjuangkan keberadaan Baznas sejak masih menjabat sebagai wakil bupati, termasuk dalam proses pendirian rumah sakit dari dana zakat. “Kami sangat tertarik dengan kinerja Baznas Lotim,” ujarnya.

Bupati Lotim H. Haerul Warisin, Wakil Bupati Lotim, H. Edwin Hadiwijaya berpose bersama Ketua Baznas RI, Prof. Dr. KH. Noor Ahmad bersama tim dari Baznas RI di Pendopo Bupati usai berkunjung melakukan survei lokasi rumah sehat Baznas RI. (Suara NTB/ist)

Baznas RI telah meninjau rumah sakit yang akan dikembangkan menjadi Rumah Sehat Baznas. Rumah sakit tipe D dengan kapasitas 70 kamar itu dinilai sangat potensial. “Insya Allah akan ada langkah-langkah lanjutannya, kami akan hitung kebutuhan peralatan kesehatan, tenaga medis dan lainnya,” ucapnya.

Baznas RI sudah siapkan dana mencapai Rp 26 miliar untuk operasional. Belum lagi nangtinya untuk memenuhi kebutuhan alat kesehatan. Baznas RI bahkan siap mendukung penuh kebutuhan dua tahun pertama, termasuk manajemen dan pembiayaan gaji pegawai.

Ia menegaskan, Rumah Sehat Baznas berbeda dengan rumah sakit umum. Sejak 2016, Baznas menjalankan model layanan kesehatan ini, yang kemudian diikuti daerah lain termasuk DKI Jakarta.

Ketua Baznas RI Dorong Baznas Lotim Tingkatkan Perolehan

Selanjutnya, Ketua Baznas RI ini mendorong Baznas Lotim untuk meningkatkan terus jumlah pungutan zakat, infak dan sedekahnya. Perolehan zakat Lotim yang mencapai Rp20 miliar dinilai Prof. Noor masih kurang. Menurutnya, potensi Lotim sangat besar dengan jumlah penduduk yang cukup banyak.

Ketua Baznas RI ini siap mendukung juga langkah Bupati Lotim dalam pengentasan kemiskinan. Bupati dipersilakan mengajukan dana ke pusat untuk melaksanakan program pengentasan kemiskinan. Salah satu yang akan diberikan adalah perbaikan rumah tidak layak huni.

Bupati H. Haerul Warisin menyambut baik kunjungan tersebut dan menyampaikan terima kasih atas perhatian besar Baznas RI. Ia menjelaskan bahwa rumah sakit yang akan dijadikan Rumah Sehat Baznas sebelumnya dibangun murni dengan dana Bazda Lotim pada 2013–2018. Yakni saat dirinya menjadi Wakil Bupati bersama Ali Bin Dachlan sebagai Bupati.

Karena itu, pengembaliannya ke Baznas memiliki nilai historis dan strategis. “Ini sangat menggembirakan. Sesuai proposal, kebutuhan jasa pelayanan, honor hingga gaji pegawai mencapai Rp 26 miliar per tahun, di luar itu akan diberikan juga alkes sekitar Rp 25 miliar. Harapannya semua dapat dipenuhi,” terang Bupati.

Bupati juga memaparkan kondisi Lombok Timur yang memiliki jumlah penduduk terbesar di NTB. Jumlahnya mencapai 1,5 juta jiwa dengan tingkat kemiskinan ekstrem masih sekitar 3,2 persen. Meski begitu, Lotim berhasil menurunkan angka kemiskinan hingga 0,98 persen pada 2024.

Bupati Iron menuturkan, saat baru menjabat ia menerima penghargaan perdana dari Baznas RI. Penghargaan tersebut katanya menjadi pemicu hadirnya berbagai penghargaan lain bagi Lombok Timur, termasuk Juara I Patriana Award NTB, penghargaan TPKAD,  Juara I TP2DD serta penghargaan lainnya.

Pengembalian Rumah Sakit ke Baznas Disambut Positif

Sementara itu, Wakil Ketua Baznas Lotim, Dr. Hamidi, menjelaskan bahwa sejarah Baznas nasional memiliki akar yang kuat di Lombok Timur. Karena itu, langkah Bupati mengembalikan rumah sakit ke Baznas disambut sangat positif. “Baznas RI sangat merespons,” ujarnya.

Disampaikan, ada daerah lain juga pernah diberikan bantuan sebesar Rp 28 miliar. Akan  tetapi, setelah gedung dibangun tidak mendapat izin bupati. Kondisi berbeda dengan Lotim yang mendapat dukungan penuh dari Bupati sebagai kepala daerah.

Ia menegaskan bahwa seluruh proses menuju Rumah Sehat Baznas ini ditekadkan dapat berjalan sesuai prinsip tiga aman: aman syar’i, aman regulasi, dan aman NKRI. Termasuk mekanisme pelayanan medis nantinya akan diatur untuk memastikan kebermanfaatan bagi masyarakat miskin.

Dengan dukungan penuh dari Baznas RI, Rumah Sehat Baznas Lotim diharapkan mampu menjadi model nasional dalam layanan kesehatan berbasis zakat. Sekaligus mempercepat upaya pengentasan kemiskinan di daerah dengan penduduk terbesar di NTB tersebut. ‘’Kita menjadi satu satunya di Indonesia, karena yang lainnya itu bentuknya hanya klinik,’’ ujarnya. (rus/*)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO