spot_img
Selasa, Februari 24, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK TIMURFestival Literasi Diharapkan Mampu sebagai Penggerak Ekonomi

Festival Literasi Diharapkan Mampu sebagai Penggerak Ekonomi

Selong (Suara NTB) – Festival Literasi Lombok Timur (Lotim) Smart 2025 resmi ditutup pada Kamis (11/12/2025) sore di Gedung Wanita Selong, meninggalkan catatan sukses sekaligus harapan untuk penyelenggaraan yang lebih besar di masa mendatang.

Penutupan festival ditandai dengan pemukulan gong oleh Asisten 3 Setda Kabupaten Lombok Timur, Husnul Basri, S.P., M.Si., yang mewakili Bupati H. Haerul Warisin. Dalam sambutannya, Husnul Basri menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas penyelenggaraan festival literasi perdana di daerah itu.

“Sepengetahuan saya, baru ini yang pertama Lotim menyelenggarakan Festival Literasi. Kita berharap untuk terus diselenggarakan pada tahun-tahun yang akan datang. Tentu Pemda akan memberikan dukungan anggaran yang cukup,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa esensi literasi melampaui sekadar membaca dan menulis. “Literasi itu penting untuk menggerakkan UMKM-UMKM kita untuk kesejahteraan masyarakat. Seperti kita lihat saat ini ada banyak stand UMKM yang ikut berpartisipasi,” ujar Husnul, menyoroti dimensi pemberdayaan ekonomi dari literasi.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Keasrian (DPK) Lotim, Dr. H. Mugni, M.Pd., dalam laporannya menyatakan seluruh rangkaian kegiatan selama tiga hari, 9-11 Desember 2025, berjalan sukses dan lancar. Festival yang dibuka oleh Wakil Bupati H. Moh. Edwin Hadiwijaya ini merupakan ekspose ringkasan seluruh kegiatan DPK Lotim selama tahun anggaran 2025.

“Kelancaran ini tentu karena dukungan dari Pimpinan Daerah, rekan OPD, camat, kepala desa, Bunda Literasi, TP PKK, organisasi wanita, Dewan Kerajinan Daerah, penerbit, toko buku, hingga para penggiat literasi dan budaya,” kata Mugni.

Beragam kegiatan dipamerkan, mulai dari pembacaan naskah kuno Sasak, penampilan juara lomba bertutur tingkat SD, hingga bazar buku. Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme tinggi dari pengunjung yang didominasi pelajar, mahasiswa, ibu-ibu, dan generasi muda. Partisipasi aktif juga datang dari para pelaku UMKM dan kegiatan fashion show hasil kolaborasi dengan Dewan Kerajinan Daerah.

Di balik kesuksesan, panitia mengakui adanya kendala teknis terkait kapasitas gedung. Mugni menyatakan, “Gedung wanita ini terasa kecil, sehingga sesak dan panas karena banyak stan berdiri. Bazar buku menjadi terbatas, partisipasi perpustakaan desa, TBM, dan sekolah juga terhambat karena keterbatasan tempat.

Namun, hal ini menjadi catatan untuk perbaikan ke depan. Mugni menyampaikan harapan terkait rencana pemda yang akan menata Gedung Wanita dan Taman Runjani Selong pada 2026.

“Ke depan, kita akan memiliki gedung pertemuan yang lebih luas dan representatif. Kita berharap rencana itu pada 2027 sudah bisa kita manfaatkan,” paparnya.

Festival Literasi Lotim Smart 2025 secara resmi ditutup dengan harapan agar even ini menjadi tradisi berkelanjutan yang mampu mendongkrak Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) di Lombok Timur, sekaligus menjadi wadah nyata bagi penguatan ekonomi kreatif lokal. (rus)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO