Selong (Suara NTB) – Kebakaran hebat melanda Pasar Pringgabaya di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, pada Senin (27/4/2026) menyebabkan 164 pedagang kehilangan lapak dagangannya. Peristiwa ini juga mengakibatkan kerugian material ditaksir cukup besar dan saat ini masih dihitung.
Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Lombok Timur, Hadi Fathurrahman, mengonfirmasi bahwa sebanyak 164 lapak pedagang ludes terbakar. “Semuanya lapak habis. Untuk kios, ada tiga kios yang isinya habis, tetapi yang lainnya masih bisa diselamatkan,” ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian, Selasa (28/4/2026).
Meski kerugian materi cukup besar, Hadi mengaku pihaknya masih melakukan penghitungan secara detail. “Kami tidak bisa asal-asalan karena kompleksitasnya. Taksiran sementara masih terus dihitung,” katanya.
Alat berat sudah diterjunkan langsung melakukan pembersihan puing-puing kebakaran. Kata Hadi Fathurrahman, sesuai arahan pimpinan akan dibangunkan lapak sementara kepada pedagang. Gak ini ditujukan agar pedagang bisa langsung berdagang.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Lombok Timur, Lalu Dami Ahyani, menjelaskan bahwa kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik. Api berhasil dikendalikan setelah upaya pemadaman intensif, dan situasi dinyatakan aman pada Senin (27/4/2026) pukul 23.45 Wita.
Informasi kebakaran pertama kali diterima dari warga yang datang langsung ke Pos WMK Pringgabaya. Regu 3 Jaya dari Mako Damkarmat dikerahkan dengan satu unit mobil pemadam dan lima personel, dan tiba hanya satu menit setelah laporan diterima.
Namun, petugas menghadapi sejumlah kendala di lapangan, seperti minimnya penerangan, mesin tempel yang tidak berfungsi maksimal, jarak sumber air yang jauh, serta tidak tersedianya hydrant di sekitar lokasi pasar. Untuk mempercepat penanganan, armada tambahan dikerahkan, termasuk satu unit fuso, dua mobil tangki, tiga armada pemadam dari Terara, Sambelia, dan Induk. Bantuan juga datang dari Lombok Tengah, tim SAR Lombok Timur, BPBD, DLHK, serta personel lainnya.
Tidak Timbulkan Korban Jiwa
Beruntung, kebakaran ini tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, empat anggota pemadam mengalami luka-luka saat menjalankan tugas—satu orang sempat pingsan, tiga lainnya mengalami cedera akibat kerasnya upaya pemadaman.
Menanggapi musibah ini, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur berencana menyediakan lapak sementara bagi para pedagang. “Kami akan bangun lapak sementara dulu sambil berkoordinasi dengan pimpinan. Kebakaran ini menjadi prioritas, dan kami harap ada penanganan dari pemerintah pusat agar penataan kembali bisa lebih maksimal,” ujar Hadi.
Hingga berita ini diturunkan, proses pembersihan masih menunggu hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dari kepolisian. Masyarakat dan pedagang berharap dapat segera berdagang kembali.
Kebakaran Pasar Pringgabaya Sebabkan Pedagang Rugi Besar
Musibah kebakaran melanda Pasar Pringgabaya, menyebabkan sejumlah pedagang mengalami kerugian besar. Salah satunya adalah Supriani, pedagang pakaian konveksi yang seluruh dagangannya ludes terbakar.
Dengan tertunduk, Supriani menceritakan kondisi yang ia temukan saat tiba di lokasi. “Saya jualan di sini jualan konveksi, terus tidak ada barang saya yang tersisa di sini, semuanya hangus. Tadi malam saya ke sini, hangus semua, tinggal abunya yang saya dapat,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).
Supriani yang tinggal di Mamben mengaku mendapat kabar dari Facebook lalu segera bergegas ke pasar. “Jauhnya dari Mamben kan agak jauh sampai sini, tinggal abunya aja yang lihat. Sedih memang sedih, soalnya ini mata pencaharian kita tiap hari, kita masih punya anak kecil,” tuturnya dengan suara bergetar.
Kerugian yang diderita tidak sedikit. Supriani memperkirakan kerugian barang dagangan sekitar Rp30 juta. “Kalau dengan lapaknya, lima puluhan (Rp50 juta), ada deh kerugian kita. Soalnya kita sudah habis beli barang ke Bertais (pemasok), belum sempat jualan. Kita mau jualan hari Sabtu besok,” jelasnya.
Ia menambahkan, “Tahu-tahu ada musibah kebakaran kayak gini. Kita lihat dari Facebook, langsung kejar ke sini, pas nyampe sudah abunya semua.”
Di tengah keputusasaannya, Supriani berharap ada uluran tangan dari pemerintah. “Harapannya, siapa tahu ada dari bupati atau dari DPR rezeki yang dikasih untuk kerugian kita,” pintanya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab kebakaran. Para pedagang korban kebakaran berharap adanya pendataan cepat untuk meringankan beban mereka.
Ditempat yang sama, pedagang beras H. Musthofa rmuturkan ia kehilangan beras 1,5 ton. Belum ketan dan bumbu. Kerugian ditaksir mencapai Rp100 juta. Ia tidak bisa menyelamatkan barang dagangannya karena kebakaran yang cepat sekali meluas. (rus)

