spot_img
Jumat, Januari 30, 2026
spot_img
BerandaBREAKING NEWSPasca-Meninggalnya Siswa SMP, Kolam Renang Taman Narmada Ditutup Sementara

Pasca-Meninggalnya Siswa SMP, Kolam Renang Taman Narmada Ditutup Sementara

Giri Menang (suarantb.com) – Polsek Narmada Polresta Mataram menindaklanjuti kejadian meninggalnya siswa SMPN 5 Lembar M. Mukhlis Badrian (13), asal Dusun Penimbung, Desa Jembatan Kembar, Lembar saat berenang di Taman Narmada Lombok Barat. Pihak kepolisian meminta keterangan dari manajemen pengelola taman Narmada dalam hal ini PT Tripat. Untuk sementara waktu, lokasi kejadian ditutup sementara.

“Iya masih dimintai keterangan,” terang Kapolsek Narmada, AKP I Kadek Ariawan, saat dikonfirmasi media, pada Kamis (18/12/2025) pagi.

Kapolsek menerangkan, area kolam renang di Taman Narmada kini tengah ditutup sementara oleh pihak kepolisian. “Sudah kami pasang police line (garis polisi),” ungkapnya.

Penutupan Kolam Renang Taman Narmada Selam Penyelidikan

Penutupan itu dilakukan selama proses penyelidikan, untuk mengungkap penyebab tenggelamnya korban. “Kolam saja (yang ditutup), sampai selesai proses penyelidikan,” tegasnya.

Pada Rabu (17/12/2025) pagi kemarin, korban bersama puluhan teman sekolah dan belasan gurunya berkunjung ke Taman Narmada, sebagai implementasi dari prorgram Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lobar, “Tulak Jok Narmade”.

Setibanya di lokasi, rombongan mereka diajak untuk mengelilingi area taman Narmada. Kemudian, sekitar 12 siswa meminta untuk berenang, dengan disampingi oleh 3 orang guru.

“Tidak lama setelah itu, korban terlihat berenang di kolam yang agak dalam. Sambil mengangkat kedua tangannya, korban menyelam ke dasar kolam,” kata Kadek menuturkan, hasil keterangan saksi yang telah dihimpunnya.

Namun, cukup lama korban tak kunjung muncul ke permukaan. Sehingga, guru korban pun berteriak meminta pertolongan kepada petugas kolam Taman Narmada. Dan datang lah seorang pedagang yang biasanya berjualan di kawasan Taman Narmada untuk menyelam dan membantu mengangkat korban dari dasar kolam. Kemudian, saksi berusaha memberi pertolongan pertama dengan memompa dada korban. Namun korban tak kunjung sadar dan akhirnya dilarikan ke Rumah Sakit Awet Muda.

“Menurut keterangan pihak IGD rumah sakit Awet Muda Narmada, pada saat tiba di sana korban sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri. Dan dinyatakan sudah meninggal,” bebernya.

Kadek menyebut, pihaknya langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), serta meminta keterangan para saksi.

Kadek mengatakan, bahwa keluarga korban yang diwakili oleh Kadus Penimbung menolak untuk dilakukan autopsi. Dan mengikhlaskan kematian korban sebagai sebuah musibah. “Siang, sekitar pukul 12.30 Wita, jenazah korban dibawa menuju rumah duka,” pungkasnya. (her)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO