Selong (Suara NTB) – Perekonomian nelayan di Desa Ekas Buana diyakini Bupati Lotim, H. Haerul Warisin bisa berkembang menjadi lebih baik. Hal ini terlihat setelah beroperasi Kampung Nelayan Ekas yang dibangun dengan dana pusat sebesar Rp 23 miliar. Setelah bangunan selesai, pengelolaan langsung melalui badan koperasi nelayan merah putih Desa Ekas.
Bupati Lombok Timur (Lotim) H. Haerul Warisin mengunjungi lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di kawasan Ekas, Kecamatan Jerowaru, Senin , 21 Desember 2025 lalu. Kunjungan tersebut untuk mengecek langsung kondisi di lapangan sekaligus memastikan seluruh fasilitas yang dibangun dengan anggaran sekitar Rp 23 miliar benar-benar sesuai peruntukannya.
Meski sebelumnya telah menerima penjelasan dari pihak terkait, Bupati menegaskan pentingnya pengecekan fakta lapangan. Ia ingin memastikan bahwa program strategis tersebut benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat nelayan.
Dalam kunjungannya, Bupati meninjau sejumlah fasilitas utama yang dibangun di Kampung Nelayan Merah Putih Ekas. Di antaranya cold storage dengan kapasitas puluhan ton hasil tangkapan ikan, cold box, ruangan khusus pengelolaan ikan, genset geser, serta berbagai kelengkapan pendukung lainnya. Fasilitas tersebut diyakini akan menunjang kemajuan sektor perikanan tangkap di wilayah Ekas.
“Saya optimistis perikanan tangkap di Ekas akan semakin maju. Dengan adanya cold storage dan fasilitas pendukung lainnya, hasil tangkapan nelayan bisa lebih terjaga kualitasnya dan memiliki nilai jual yang lebih baik,” ujar Bupati.
Selain infrastruktur perikanan, Bupati juga menaruh perhatian serius pada ketersediaan air bersih. Ia turut mengecek pendistribusian air minum melalui Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Pantai Selatan. Saat ini, progres distribusi air telah mencapai sekitar dua pertiga wilayah sasaran.
Menurut pengakuan masyarakat lanjut Bupati, sambungan rumah (SR) yang telah terpasang mencapai sekitar 200 unit. Ke depan, pemerintah menargetkan lebih dari 1.000 SR, termasuk memastikan Kampung Nelayan Merah Putih Ekas mendapatkan layanan air bersih tersebut.
Dalam pengelolaannya, Kampung Nelayan Merah Putih Ekas dikelola melalui koperasi yang anggotanya merupakan masyarakat Ekas sendiri. Model ini diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi dan memperkuat peran masyarakat dalam pengelolaan sumber daya perikanan.
Bupati juga menegaskan bahwa program Kampung Nelayan Merah Putih tidak hanya terpaku di satu lokasi. Ia mendorong agar konsep serupa dapat diduplikasi dan diusulkan di wilayah lain di Lombok Timur.
“Tidak hanya di Ekas. Daerah lain juga perlu diusulkan agar program ini bisa diperluas. Ini penting untuk mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan nelayan di berbagai wilayah,” pungkasnya. (rus)

