Penulis: I Dewa Komang Intaran Adiya Winata Ketua UKM Pers IAHN Gde Pudja Mataram
Mataram (suarantb.com) – Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram melaksanakan Upacara Menek Kelih dan Mepandes Bersama sebagai wujud pelestarian tradisi keagamaan Hindu sekaligus penguatan spiritual generasi muda. Kegiatan ini mengusung tema “Menek Kelih dan Mepandes Bersama sebagai Wahana Aktualisasi Peningkatan Spiritual dan Penyucian Diri Menuju SDGs”. Kegiatan ini dilaksanakan di kampus IAHN Gde Pudja Mataram pada Senin, 29 Desember 2025.
Upacara yang diikuti oleh 119 peserta ini terselenggara melalui kolaborasi IAHN Gde Pudja Mataram dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), UKM Upakara, UKM Dharma Gita, serta UKM Pers IAHN Gde Pudja Mataram. Kolaborasi tersebut mencerminkan sinergi antara unsur pimpinan dan mahasiswa dalam mendukung kegiatan religius yang berbasis budaya, spiritualitas, dan nilai keberlanjutan.
Ketua Panitia, Wayan Suardika, menyampaikan bahwa kegiatan Menek Kelih dan Mepandes Bersama tidak hanya menjadi sarana pelaksanaan ritual keagamaan, tetapi juga momentum memperkuat kebersamaan dan nilai religius di lingkungan kampus. Ia menegaskan bahwa keberhasilan kegiatan ini tidak terlepas dari kerja sama seluruh unsur yang terlibat.
Secara substansial, Upacara Menek Kelih dan Mepandes memiliki makna penting dalam ajaran Hindu sebagai proses penyucian diri, pengendalian indria, serta simbol pendewasaan spiritual dan moral. Tema yang diangkat mempertegas bahwa nilai-nilai spiritual Hindu memiliki relevansi dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya dalam pembentukan karakter manusia yang beretika, berkesadaran spiritual, dan bertanggung jawab secara sosial.
Bagian dari Pengabdian Masyarakat IAHN Gde Pudja Mataram
Ketua LPPM IAHN Gde Pudja Mataram, Dr. Ni Luh Sinar Ayu Ratna Dewi, S.S., M.Ag., dalam penyampaiannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang berbasis nilai-nilai spiritual dan kearifan lokal. Menurutnya, penguatan spiritual menjadi fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas dan berkelanjutan.
Sementara itu, Rektor IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, A.Ma., S.E., M.Si., M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa Upacara Menek Kelih dan Mepandes Bersama menjadi wahana pembinaan spiritual dan penyucian diri bagi mahasiswa serta generasi muda Hindu. Ia mengapresiasi kolaborasi seluruh pihak yang terlibat dan secara resmi membuka kegiatan tersebut.
Rangkaian upacara berlangsung dengan khidmat dan tertib. UKM Upakara berperan dalam penyiapan sarana dan prasarana upacara, UKM Dharma Gita mengiringi prosesi dengan kidung-kidung suci, sementara UKM Pers IAHN Gde Pudja Mataram mendokumentasikan dan mempublikasikan seluruh rangkaian kegiatan. BEM turut berperan dalam koordinasi peserta serta kelancaran teknis pelaksanaan acara, dengan dukungan penuh dari tenaga pendidik dan tenaga kependidikan IAHN Gde Pudja Mataram yang berkontribusi dalam pendampingan, pengawasan, dan kelancaran keseluruhan kegiatan.
Melalui pelaksanaan Upacara Menek Kelih dan Mepandes Bersama ini, IAHN Gde Pudja Mataram menegaskan komitmennya sebagai lembaga pendidikan tinggi keagamaan yang tidak hanya berfokus pada pengembangan akademik, tetapi juga pada pembinaan spiritual, pelestarian tradisi, dan kontribusi nyata nilai-nilai agama Hindu dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan. (r)



