spot_img
Rabu, Januari 7, 2026
spot_img
BerandaEKONOMISelama Libur Nataru, Kunjungan Wisatawan ke Desa Sade Melonjak

Selama Libur Nataru, Kunjungan Wisatawan ke Desa Sade Melonjak

 

Praya (suarantb.com) – Momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) dimanfaatkan ribuan wisatawan untuk berkunjung ke Desa Wisata Adat Sade, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah.
Selama masa liburan Nataru 2025/2026, jumlah kunjungan melonjak tajam hingga menembus angka seribuan orang per hari, jauh meningkat dibanding hari biasa yang hanya berkisar 200 orang.

Lonjakan wisatawan ini berdampak langsung pada perputaran ekonomi masyarakat setempat. Warga yang membuka jasa penyewaan baju adat tenun khas Sasak merasakan peningkatan pendapatan signifikan, terutama dari wisatawan yang ingin mengabadikan momen berkunjung dengan busana tradisional.

Pemandu wisata Desa Adat Sade, Salam, mengatakan peningkatan kunjungan sudah terasa sejak awal libur Natal hingga libur sekolah berakhir. Wisatawan datang dari berbagai daerah, mulai dari wisatawan lokal hingga mancanegara.

“Kalau hari biasa paling 200 orang per hari. Tapi kalau libur Nataru seperti sekarang ini, bisa hampir seribuan orang per hari,” ujar Salam awal tahun 2026 ini.

Menurutnya, wisatawan yang datang tidak hanya berasal dari daerah sekitar NTB, tetapi juga dari luar daerah seperti Jakarta, Yogyakarta, hingga wisatawan mancanegara, terutama dari Australia.

Peningkatan kunjungan ini menurutnya membawa dampak ekonomi nyata bagi warga Desa Sade.

Salah satunya dirasakan oleh Oni, warga setempat yang menyewakan pakaian adat tenun lengkap dengan aksesori kepala kepada wisatawan.

“Alhamdulillah rame. Yang nyewa baju juga banyak,” kata Oni.

Ia menjelaskan, pada hari biasa penyewaan pakaian adat hanya berkisar dua hingga tiga pasang per hari. Namun saat libur Nataru, jumlah penyewa meningkat hingga 7–10 pasang per hari.

“Kalau hari biasa paling dapat 75 sampai 100 ribu rupiah. Tapi kalau libur kayak gini bisa sampai 300 ribu sehari,” ujarnya.

Harga sewa satu set pakaian adat lengkap dengan aksesori dibanderol Rp25 ribu dan bisa digunakan tanpa batas waktu selama wisatawan berada di kawasan Desa Sade. Selain penyewaan baju, warga juga meraup pendapatan dari penjualan kain tenun dan sarung khas Lombok yang dibanderol mulai Rp150 ribu hingga Rp200 ribu per lembar.

Lonjakan wisatawan selama libur Nataru ini menunjukkan bahwa Desa Adat Sade masih menjadi salah satu destinasi unggulan NTB.

Selain memperkuat sektor pariwisata budaya, tingginya kunjungan juga memberi dampak positif bagi perekonomian masyarakat lokal yang menggantungkan hidup dari sektor pariwisata berbasis kearifan lokal. (bul)



RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO