Praya (suarantb.com) – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) NTB daerah pemilihan (dapil) Lombok Tengah (Loteng) H. Lalu Pelita Putra, mendorong agar status ruas jalan Penujak-Selong Belanak dinaikkan menjadi jalan provinsi. Dengan begitu penanganan perbaikan dan pemeliharaan ruas jalan tersebut kedepanya bisa dilakukan oleh Pemerinta Provinsi (Pemprov) NTB.
Saat ditemui Suara NTB di Praya, pekan kemarin, Pelita mengatakan kalau pengalihan status ruas jalan kabupaten tersebut akan bisa mengurangi beban Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Loteng. Jadi Pemkab Loteng bisa mengalihkan perhatianya ke ruas jalan kabupaten lainnya.
“Kalau kami mendorong status ruas jalan Penujak-Selong Belanak ini dinaikkan statusnya menjadi jalan provinsi. Supaya ke depan bisa ditangani pemerintah provinsi,” sebut Ketua DPC PKB Loteng ini.
Ia menjelaskan dari berbagai kriteria, ruas jalan Penujak-Selong Belanak sudah sangat layak dijadikan jalan provinsi. Mengingat posisinya yang strategis sebagai jalan penghubung ke berbagai destinasi wisata unggulan di daerah ini. Seperti kawasan wisata Selong Belanak dan kawasan penunjang kawasan The Mandalika lainnya.
Apalagi saat ini dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) NTB, kawasan wisata Selong Belanak hingga Mawun dan kawasan sekitar The Mandalika sudah ditetapkan sebagai kawasan strategis provinsi. Yang memungkinkan intervensi program-program provinsi di kawasan tersebut. Sehingga sudah sangat layak ruas Penujak-Selong Belanak menjadi jalan provinsi.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Loteng Lalu Rahardian, mengaku kalau status ruas jalan Penujak-Selong Belanak sejauh ini masih jadi jalan kabupaten. Dan, sampai sejauh ini belum diusulkan menjadi jalan provinsi.
“Kita memang sudah mengusulkan beberapa ruas jalan kabupaten dialihkan statusnya menjadi jalan provinsi. Tapi ruas jalan Penujak-Selong Belanak tidak termasuk yang kita usulkan,” sebut Rahardian.
Yang masuk usulan, ungkapnya, yakni ruas jalan Pemepek-Bonjeruk. Kemudian nyambung ruas jalan Bonjeruk-Puyung-Sukarare. Ditambah ruas jalan Montong Gamang-Janapria-Ganti. Terakhir ada ruas jalan Mujur-Peras.
Usulan alih status jalan-jalan tersebut sudah disampaikan ke Pemprov NTB dan kini tinggal menunggu keputusan dari Pemprov NTB.
“Khusus untuk ruas jalan Penujak-Selong Belanak walaupun tidak masuk menjadi usulan jalan provinsi sebenarnya kalau Pemprov NTB mau menangani perbaikannya, tetap bisa kok dilakukan. Meski status jalannya masih jalan kabupaten. Tidak meski menunggu menjadi jalan provinsi,” imbuhnya.
Bahkan sekarang anggaran pusat bisa diarahkan untuk menangani jalan kabupaten. Tidak hanya fokus menangani jalan nasional atau provinsi. Tinggal sekarang bagaimana kebijakan dari Pemprov NTB saja. (kir)


