spot_img
Rabu, Januari 7, 2026
spot_img
BerandaPENDIDIKANKota Mataram Wacanakan Penerapan Sekolah Sehari Penuh

Kota Mataram Wacanakan Penerapan Sekolah Sehari Penuh

Mataram (suarantb.com) – Dinas Pendidikan (Disdik) berencana menerapkan kebijakan lima hari sekolah dengan skema sekolah sehari penuh atau fullday school. Kebijakan ini dinilai sebagai metode strategis untuk memperkuat karakter siswa yang religius dengan pembiasaan positif dan masif.

Skema fullday school, waktu belajar dimulai dari pukul 07.15 Wita hingga 15.00 untuk sekolah dasar. Sementara, sekolah menengah pertama mulai dari 07.15-16.00 Wita. Namun, sebagai konsekuensinya, jadwal masuk sekolah akan berubah dari enam hari menjadi lima hari, Senin-Jumat.

Kepala Disdik Kota Mataram, Yusuf pada beberapa waktu lalu menyampaikan, bahwa skema sekolah sehari penuh memungkinkan guru dan siswa dapat menikmati waktu bersama keluarga lebih panjang.

“Ada waktu yang berharga bagi orangtua untuk berkumpul dengan anaknya,” ujar Yusuf.

Namun, Disdik masih masih menunggu kebijakan resmi dari Pemerintah Kota Mataram menyangkut lima hari kerja dengan skema fullday school

“Karena itu nanti setelah keluar kebijakan pak Wali Kota terkait fullday school baru nanti Surat Edaran (SE) Pak Wali itu kita akan menurunkan ke Disdik baru nanti kita akan sosialisasi,” tandasnya.

Ketua MKKS SMP Kota Mataram, Burhanuddin menjelaskan, skema ini memungkinkan guru dapat memastikan siswa menjalankan kegiatan positif secara maksimal di sekolah. Seperti halnya pelaksanaan salat berjamaah dan kegiatan spritual lainnya.

“Kalau ini dilakukan dengan sungguh-sungguh, artinya betul-betul terkontrol, terpantau secara optimal dan merata ini saya kira akan sangat bagus untuk penguatan karakter dan nilai-nilai religiusitas bagi peserta didik,” jelasnya.

Selain itu, kebijakan lima hari kerja dengan skema fullday school ini juga dapat memberikan keringanan kepada para guru. Sebab, pada Sabtu proses KBM lebih lowong.

Jadwal kosong itu dapat dimanfaatkan sebagai jam belajar guru untuk meningkatkan kualitas dan kompetensinya. “Sekarang ini ada wajib belajar bagi gur. Nah, supaya jam wajib belajar bagi guru ini tidak mengganggu aktivitas belajar efektif siswa,” tandas Burhanuddin. (sib)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO