spot_img
Kamis, Februari 26, 2026
spot_img
BerandaNTBSUMBAWASumbawa Siapkan Rencana Kontinjensi Bencana Banjir di Dua Kecamatan

Sumbawa Siapkan Rencana Kontinjensi Bencana Banjir di Dua Kecamatan

Sumbawa Besar (suarantb.com) – Pemkab Sumbawa menyiapkan rencana kontinjensi khususnya bencana banjir dan kekeringan di dua kecamatan sebagai bentuk mitigasi apabila terjadi bencana untuk meminimalisir kerugian.

“Kita sudah punya SOP berupa dokumen rencana kontinjensi di dua kecamatan yakni Moyo Hilir dan Moyo Utara sebagai daerah rawan bencana termasuk upaya penanganannya,” kata Kepala Pelaksana BPBD melalui Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Sukiman kepada Suara NTB, Senin (12/1/2026).

Kiman melanjutkan, dokumen rencana kontinjensi pada prinsipnya sudah siap dan dievaluasi pada akhir tahun 2025 untuk digunakan. Dokumen tersebut nantinya sebagai pegangan ketika terjadi bencana termasuk pola penanganan.

“Ini tidak serta merta misalnya dalam beberapa hari dan bulan bisa tuntas tetapi hal tersebut merupakan upaya dan kesadaran semua pihak untuk menjaga lingkungan,” ucapnya.

Dua potensi bencana yang terjadi yakni bencana banjir dan kekeringan. Khusus untuk Kecamatan Moyo Utara lebih pada potensi banjir dan kekeringan. Sementara, Kecamatan Moyo Hilir hanya sebagai daerah terdampak.

“Di Moyo Utara ada dua bendungan besar Batubulan dan Mamak dengan intensitas gempa yang sering terjadi, sehingga perlu dilakukan mitigasi. Sementara Moyo Hilir merupakan daerah aliran air dari dua bendungan raksasa itu,” ujarnya.

Selain dua kecamatan tersebut, potensi rawan bencana juga berada di Kecamatan Lunyuk yakni longsor, banjir dan tsunami. Potensi tsunami bisa terjadi lantaran berada di lempeng Asia dan Australia terlebih Lunyuk juga memiliki riwayat tsunami puluhan tahun lalu.

“Inilah yang perlu kita waspadai dan kami sudah melakukan pemetaan dan titik evekuasi ketika sewaktu-waktu terjadi bencana. Sehingga kerugian yang timbul bisa diminimalisir,” ucapnya.

Ia menambahkan, pada prinsipnya hampir seluruh wilayah di Sumbawa tergolong rawan bencana dengan kategori yang berbeda-beda. Ketika cuaca ekstrem, ancaman bukan hanya banjir, tetapi juga angin puting beliung dan longsor, sehingga edukasi dan peringatan dini kepada masyarakat terus dilakukan.

“Intinya, kami minta masyarakat tetap waspada. Perubahan cuaca sekarang cepat sekali dan yang terpenting, kita semua siap menghadapi kemungkinan apa pun,” tutupnya. (ils)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO