Mataram (suarantb.com) – Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal perintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, serta Baznas untuk segera menangani banjir yang melanda dua kabupaten, yaitu Kabupaten Lombok Barat dan Lombok Tengah.
Di Lombok Barat, banjir menerjang ribuan jiwa, tepatnya 1.711 jiwa atau 570 Kepala Keluarga (KK). Satu orang tercatat meninggal dunia, NR (69) asal Desa Persiapan Pengantap, Kecamatan Sekotong. Sementara di Lombok Tengah, banjir terjadi di Kecamatan Praya Barat Daya meliputi Desa Montong Ajang dan Desa Kabul, serta update lokasi terdampak bertambah di Kecamatan Praya Barat, Desa Selong Belanak.
Berdasarkan data sementara hingga pukul 23.00 Wita, di Desa Montong Ajang tercatat 50 KK terdampak dengan 50 unit rumah terendam, sedangkan di Desa Kabul terdapat 250 KK terdampak dengan 250 unit rumah terendam. Pendataan di Selong Belanak masih terus dilakukan oleh tim di lapangan.
Kepala Dinas Kominfotik NTB sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik, menyampaikan Gubernur Iqbal menekankan penanganan harus dilakukan secara cepat, tepat, dan terukur. Dengan prioritas utama keselamatan masyarakat agar tidak ada korban Jiwa.
“Gubernur meminta seluruh perangkat daerah terkait memastikan langkah-langkah darurat berjalan. Serta semua upaya yang bisa dilakukan untuk meringankan beban warga terdampak segera dilaksanakan,” tegasnya.
Koordinasi Intensif Tangani Banjir NTB
Ia membeberkan, langkah awal yang telah dilakukan Pemprov yaitu koordinasi intensif antara BPBD Provinsi NTB dengan BPBD Kabupaten Lombok Barat dan Lombok Tengah. Termasuk pelaksanaan asesmen langsung ke lokasi terdampak serta diseminasi informasi kebencanaan.
Personel TRC-PB, unsur TNI/Polri, aparatur desa/kecamatan, serta masyarakat turut dilibatkan untuk memastikan respons lapangan berjalan cepat dan terkendali.
Kepala BPBD Provinsi NTB Sadimin terus melaporkan perkembangan terkini di lapanga. Termasuk kondisi banjir yang belum surut dan kebutuhan mendesak warga. Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB Masyhuri bersama Baznas NTB juga melaporkan kesiapan dukungan logistik dan penyaluran bantuan.
Di samping itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB Hamzi Fikri memastikan kesiapan tim kesehatan beserta sarana prasarana penanganan darurat untuk mengantisipasi dampak kesehatan pascabanjir.
“Personel BPBD, Tagana, dan tenaga kesehatan diperintahkan untuk siaga penuh. Pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat tertangani dengan baik, dan keselamatan warga menjadi yang utama,” pungkasnya. (era)


