Tanjung (suarantb.com) – Direktur Utama Perum Bulog, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani melakukan kegiatan panen raya dan launching serapan gabah petani tahun 2026 di Tanjung, Lombok Utara, Jumat, 30 Januari 2026.
Panen raya dilakukan sebagai langkah awal penguatan serapan gabah dalam mendukung target nasional 4 juta ton setara beras pada tahun 2026.
Direktur Utama Perum Bulog Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan, NTB merupakan salah satu wilayah sentra produksi padi nasional dengan potensi pertanian yang besar. Pada musim tanam tahun 2026, luas panen padi di NTB diperkirakan mencapai ratusan ribu hektare, dengan estimasi produksi gabah yang berpotensi menyumbang jutaan ton gabah kering panen (GKP).
“Potensi tersebut menjadi landasan kuat bagi Bulog untuk mengoptimalkan penyerapan gabah petani secara terencana, terukur, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Selain itu, ditegaskannya, Bulog tidak hanya menjalankan fungsi penyerapan gabah, tetapi juga memastikan stabilitas pasokan dan harga pangan, serta menjaga keberlanjutan ekosistem pertanian nasional.
“Sebagai BUMN pangan, Bulog hadir untuk memastikan hasil panen petani terserap secara optimal. NTB memiliki peran strategis sebagai dalam peta pangan nasional, dan Bulog siap mendukung penuh melalui serapan gabah yang masif, penguatan infrastruktur pergudangan, serta distribusi yang terintegrasi,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bulog juga terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, TNI/Polri, serta semua pihak terkait guna memastikan proses serapan gabah berjalan lancar, tepat sasaran, dan memberikan kepastian bagi petani.
Gubernur NTB yang diwakili oleh Plt. Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTB, Hj. Eva Dewiyanti, S.P., menegaskan, NTB memiliki potensi besar dalam meningkatkan ketahanan pangan.
“Dan fokus kami adalah memastikan hasil pertanian petani terserap dengan baik, sehingga berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat dan mendukung terwujudnya kembali swasembada pangan nasional,” ujar Asisten III Setda NTB ini.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, hingga kabupaten/kota, dengan dukungan penuh BULOG sebagai mitra strategis pemerintah daerah.
Melalui sinergi yang kuat antara Bulog, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan NTB dapat terus memperkuat kontribusinya dalam menjaga ketahanan pangan nasional, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mendukung pencapaian target swasembada pangan yang berkelanjutan. (bul)


