spot_img
Rabu, Februari 11, 2026
spot_img
BerandaHEADLINE29 Murid SD di KLU Diduga Keracunan MBG, Satgas Kabupaten Klaim Akibat...

29 Murid SD di KLU Diduga Keracunan MBG, Satgas Kabupaten Klaim Akibat Penyajian Dini

Tanjung (suarantb.com) – Sebanyak 29 murid SDN 2 Malaka dilarikan ke Puskesmas Malaka, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara (KLU) karena diduga keracunan usai menyantap menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada penyajian, Rabu (11/2/2026). Satgas menyebut dugaan keracunan akibat terlalu dininya penyajian menu MBG oleh juru masak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) desa setempat.

Kepala Desa Malaka, H. Akmaludin Ikhwan, dikonfirmasi wartawan membenarkan dugaan keracunan murid-murid di SDN 2 Malaka. Puluhan murid mengalami muntah-muntah usai menyantap MBG dari SPPG yang dibangun di Dusun Pandanan.

“Ya saat ini mereka sedang ditangani oleh Puskesmas Nipah. Untungnya, tidak ada siswa yang sampai tak sadarkan diri,” ujar Akmal.

Dari peristiwa ini, Kepala Desa Malaka lantas mendesak agar pengelola SPPG Malaka Dusun Pandanan, lebih teliti dalam menyajikan menu. Dirinya juga berharap tidak ada kejadian serupa yang terulang di desanya, maupun desa-desa lain di KLU.

Terpisah, Ketua Satgas MBG KLU H. Rusdi, S.T., M.T., tak membantah dugaan keracunan akibat MBG tersebut. Ia bahkan sudah meminta Korwil dan jajaran untuk memastikan kondisi siswa, mengirimkan sampel makanan dan muntahan siswa untuk dikirim ke laboratorium Kesehatan. “29 anak yang dirawat di Puskesmas, sudah balik semua,” kata Rusdi, dikonfirmasi Rabu sore.

Asisten I Setda KLU ini menyatakan, Tim Puskesmas sudah sigap melakukan penanganan kepada murid yang menjadi korban. Saat ini, Satgas bersama anggota dari unsur OPD teknis sedang menunggu hasil laboratorium untuk memastikan kondisi makanan yang disajikan oleh juru masak SPG. “Informasi awal, lauk MBG sudah berbau saat dikonsumsi anak-anak,” ucapnya.

Kejadian keracunan MBG pada anak di Malaka ini, ujar Rusdi, ditindaklanjuti secara normatif. Di mana, Satgas Kabupaten meneruskan laporan kejadisn lapangan kepada Badan Gizi Nasional sebagai pengendali kontrak SPPG.

“Sepertinya ini bukan masalah (pengawasan Ahli) Gizi, tetapi juru masak kepagian menyiapkan menu sehingga lauknya berbau,” demikian Rusdi. (ari)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO