spot_img
Kamis, Februari 12, 2026
spot_img
BerandaPENDIDIKANDosen Fisipol Ummat Perkuat Literasi Keuangan Digital dan Kewirausahaan Kader IMM Kota...

Dosen Fisipol Ummat Perkuat Literasi Keuangan Digital dan Kewirausahaan Kader IMM Kota Mataram

Mataram (suarantb.com) – Sejumlah dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMat) menggelar kegiatan bertajuk “Penguatan Literasi Keuangan Digital melalui Fintech dan Pengembangan Kewirausahaan Berbasis Marketplace untuk Pemberdayaan Kader IMM Kota Mataram”. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Fisipol Ummat, Kamis, 12 Desember 2025.

Kegiatan ini diikuti 20 kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Mataram yang memiliki minat dan potensi dalam pengembangan kewirausahaan digital.

Program tersebut dimotori oleh Ulfatul Akbar Jafar, S.AP., M.IP. (ketua), Inka Nusamuda Pratama, S.IP., M.IP. (anggota), serta Asfarony Hendra Nazwin, S.AP., M.AP.

Ketua tim, Ulfatul Akbar Jafar, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat literasi keuangan digital kader IMM melalui pemanfaatan teknologi financial technology (fintech) serta pengembangan kewirausahaan berbasis marketplace sebagai strategi pemberdayaan ekonomi yang adaptif terhadap transformasi digital.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin meningkatkan pemahaman kader terkait pengelolaan keuangan digital yang aman, efektif, dan bertanggung jawab. Selain itu, kader juga didorong mampu memanfaatkan layanan fintech untuk mendukung aktivitas usaha serta memiliki keterampilan dalam merancang, memasarkan, dan mengelola produk melalui platform marketplace,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengabdian kepada masyarakat. Program ini dirancang dalam bentuk edukasi dan pendampingan guna meningkatkan kapasitas kader IMM dalam memahami serta memanfaatkan teknologi finansial dan platform marketplace sebagai instrumen strategis dalam pengelolaan keuangan dan pengembangan usaha berbasis digital.

Secara konseptual, kegiatan ini mengintegrasikan literasi keuangan digital, manajemen risiko transaksi elektronik, serta strategi kewirausahaan berbasis ekosistem digital. Dengan demikian, kader diharapkan mampu menjadi wirausahawan muda yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing.

Materi yang disampaikan meliputi konsep dan urgensi literasi keuangan digital, pemahaman sistem pembayaran digital, dompet elektronik (e-wallet), peer-to-peer lending, hingga keamanan transaksi digital. Peserta juga dibekali materi manajemen keuangan usaha berbasis digital, seperti pencatatan keuangan sederhana, pengelolaan arus kas, serta perencanaan keuangan berbasis aplikasi.

Selain itu, pemateri menjelaskan strategi pemanfaatan fintech untuk pengembangan modal usaha, termasuk akses pembiayaan alternatif yang legal dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Peserta juga mendapatkan materi tentang optimalisasi marketplace sebagai sarana pemasaran produk, mencakup teknik branding digital, strategi penentuan harga, pemanfaatan fitur promosi, serta analisis perilaku konsumen daring. Aspek etika dan keamanan digital turut menjadi perhatian guna mencegah risiko penipuan, kebocoran data, dan praktik keuangan ilegal.

Penyampaian materi dilakukan melalui ceramah interaktif, diskusi partisipatif, serta simulasi penggunaan platform digital sehingga peserta memperoleh pengalaman praktis yang aplikatif.

Menurut tim pelaksana, transformasi digital telah mengubah lanskap ekonomi secara signifikan. Namun, tingkat literasi keuangan digital di kalangan generasi muda, termasuk mahasiswa, masih perlu diperkuat. Minimnya pemahaman terhadap instrumen fintech dan pengelolaan keuangan digital berpotensi menimbulkan risiko, seperti penyalahgunaan layanan pinjaman online ilegal maupun kegagalan dalam pengelolaan usaha berbasis digital.

Sebagai bagian dari kelompok intelektual muda, kader IMM dinilai memiliki peran strategis dalam mendorong kemandirian ekonomi dan pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu, penguatan literasi keuangan digital dan kapasitas kewirausahaan berbasis marketplace menjadi kebutuhan mendesak agar kader tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pelaku ekonomi digital yang produktif dan bertanggung jawab.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjadi peningkatan kapasitas kader IMM Kota Mataram dalam memahami, mengelola, dan memanfaatkan teknologi keuangan digital secara bijak dan produktif. Selain itu, diharapkan pula muncul inisiatif usaha baru berbasis marketplace yang dikelola secara profesional dan berkelanjutan.

Dalam jangka panjang, program ini ditargetkan mampu mendorong terbentuknya ekosistem kewirausahaan digital di lingkungan kader IMM yang tidak hanya berkontribusi pada kemandirian ekonomi individu, tetapi juga memberikan dampak sosial yang lebih luas bagi masyarakat.

Dengan demikian, penguatan literasi keuangan digital dan kewirausahaan berbasis marketplace bukan sekadar pelatihan, melainkan langkah strategis dalam membangun generasi muda yang adaptif terhadap perubahan, tangguh menghadapi tantangan ekonomi, serta berkomitmen pada pemberdayaan berbasis nilai-nilai keislaman dan keilmuan. (r/pan/*)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO